Hongkong Disaster Relief Fund Bantu 8 Desa Terdampak di Sawang Aceh Utara
Saifullah April 04, 2026 11:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Banjir yang melanda Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara pada awal April 2026, membawa dampak besar bagi masyarakat di delapan desa.

Untuk membantu para penyintas, Hongkong Disaster Relief Fund menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Penabulu–Oxfam yang bekerja sama dengan Flower Aceh dan Lifeguards Aceh.

Bantuan tersebut diberikan pada 1–6 April 2026 dan mencakup shelter kit, paket kebersihan, bahan pangan, serta dukungan psikososial yang difokuskan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan.

Koordinator Lapangan Penabulu–Oxfam untuk respon kebencanaan Aceh, Anggoro Budi Prasetyo menjelaskan, bahwa intervensi ini dilakukan dengan pendekatan cepat dan berperspektif perlindungan. 

Menurutnya, langkah awal dimulai dengan asesmen kebutuhan masyarakat secara langsung, kemudian dilanjutkan dengan distribusi bantuan yang diawasi ketat untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Selain itu, tim juga memberikan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan berbasis gender serta layanan dukungan psikososial bagi warga terdampak.

Anggoro menegaskan, bahwa kolaborasi dengan Flower Aceh dan Lifeguards Aceh tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga bertujuan memperkuat sistem perlindungan berbasis komunitas. 

Ia menekankan pentingnya membangun kapasitas lokal agar masyarakat lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.

Baca juga: Bantuan Korban Banjir Tahap Pertama Diserahkan Mendagri untuk 5.141 KK di Aceh Tamiang

“Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya pulih dari dampak banjir, tetapi juga memiliki ketahanan yang lebih kuat dengan kepemimpinan lokal yang mampu merespons krisis secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bantuan ini menjadi bukti nyata solidaritas internasional dalam mendukung masyarakat Aceh Utara yang terdampak bencana. 

Kehadiran Hongkong Disaster Relief Fund melalui Penabulu–Oxfam memperlihatkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal logistik, tetapi juga menyangkut aspek perlindungan sosial dan psikologis.

Dengan adanya dukungan ini, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat segera bangkit, memulihkan kehidupan sehari-hari, dan membangun kembali semangat kebersamaan untuk menghadapi tantangan ke depan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.