SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tulungagung mulai mematangkan strategi untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027. Salah satu langkah ekstrem yang diambil adalah menyaring ribuan atlet potensial menjadi skuad elit.
Dari total 1.382 atlet yang terdata di 42 cabang olahraga (cabor), kini hanya tersisa sekitar 100 atlet saja yang masuk dalam daftar prioritas. Langkah ini, merupakan bagian dari efisiensi dan fokus untuk meraih medali pada ajang bergengsi tingkat Provinsi Jatim.
Ketua KONI Tulungagung, Agus Armada, menegaskan bahwa para atlet yang terpilih adalah mereka yang memiliki rekam jejak prestasi yang nyata. Penyeleksian ini, didasarkan pada potensi perolehan medali yang telah dipetakan oleh tim monitoring dan evaluasi.
Langkah progresif ini diambil, guna mewujudkan target besar yang dicanangkan oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Jika pada Porprov 2025 lalu Tulungagung harus puas di peringkat 24, maka pada edisi 2027 targetnya adalah menembus posisi 10 besar.
Untuk mendukung ambisi tersebut, KONI Tulungagung mendapatkan sokongan dana yang cukup signifikan. Rincian rencana anggaran tersebut antara lain:
Persiapan intensif dijadwalkan dimulai pada bulan April ini, dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) mendalam ke setiap cabang olahraga.
KONI hanya akan memberangkatkan cabor yang memiliki potensi medali kuat, di mana saat ini teridentifikasi sekitar 24 cabor dari total 42 yang ada.
Salah satu tantangan klasik yang dihadapi KONI Tulungagung, adalah fenomena atlet berprestasi yang pindah membela daerah lain karena iming-iming bonus.
Namun, Agus Armada optimistis tahun ini tidak akan ada lagi atlet lokal yang 'dibajak' oleh kontingen daerah pesaing.
Sebagai solusi jangka panjang, KONI akan mengadakan Pemusatan Pelatihan Kabupaten (Puslatkab) yang rencananya dimulai enam bulan menjelang Porprov 2027.
Selain itu, sertifikasi pelatih menjadi syarat mutlak untuk menjamin kualitas latihan atlet di semua cabor.
Beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan utama Tulungagung meliputi:
KONI Tulungagung juga akan menggandeng instansi keamanan seperti Kodim 0807/Tulungagung, Polres Tulungagung, hingga Yonif TP 886/Panjalu Jayati untuk memberikan pembekalan mental dan kedisiplinan kepada para atlet.
Berdasarkan data historis, Kabupaten Tulungagung sedang berupaya keras memulihkan prestasi olahraganya setelah berada di peringkat 24 pada Porprov 2025.
Kendala utama yang masih membayangi adalah keterbatasan fasilitas training centre yang representatif.
Meski demikian, fokus saat ini adalah memaksimalkan potensi 100 atlet elit melalui pendampingan berkelanjutan untuk menutupi kelemahan infrastruktur tersebut.