Viral Video Siswi SD di Konawe Alami Bully hingga Luka, Ibu Korban Kecewa Pelaku Hanya Minta Maaf
Desi Triana Aswan April 04, 2026 11:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE – Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi korban bully atau perundungan hingga alami luka-luka diduga akibat kekerasan fisik.

Korban inisial AI pelajar perempuan berusia 9 tahun tersebut menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya.

Aksi perundungan tersebut diketahui berada di luar sekolah dan direkam oleh rekan korban lainnya.

Video tersebut kini viral dibagikan di media sosial dan mengundang berbagai komentar di publik.

Dalam wawancara dengan TribunnewsSultra.com, ibu korban NH menyebut anaknya AI alami luka-luka dibagian tubuh usai mengalami perundungan tersebut.

“Ada luka di siku, sakit kulit kepala dan lehernya," ucap NH kepada jurnalis TribunnewsSultra.com. Sabtu (4/2/2026). 

Baca juga: Sosok Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Siswa Aktif, Diduga Alami Bullying, Bukan Anak Polisi

Dikatakan, kejadian tersebut terjadi di Kelurahan Nohu Nohu Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe, pada rabu (1/4/2026) lalu.

Yang memilukan, NH mengaku telah melaporkan kasus perundungan yang dialami sang anak, ditolak oleh pihak kepolisian setempat.

“Sa kecewa sekali, laporan di polsek tidak diterima, karena katanya sudah diselesaikan secara adat," kata NH sembari mengeluarkan air mata. 

Lebih lanjut, NH mengatakan tak terima dan menuntut para pelaku perundungan mendapat efek jera.

“Sakit sekali hatiku, mereka hanya minta maaf, sementara anakku dikasi begitu," tambahnya.

Diketahui, ibu korban NH saat ini tengah bekerja di luar negeri, sementara korban tinggal dengan sang ayah.

Kondisi ini membuat NH semakin sedih, lantaran jauh dari sang anak, yang menjadi korban perundungan hingga alami luka.

NH juga mengaku geram dengan perekam video dalam kasus perundungan tersebut, yang diduga sebagai provokator.

“Semua yang ada disana tidak ada yang melerai kasihan, da lihat anaku di pukul, ditendang, diseret, apalagi yang video sambil ketawa, da provokosi pelaku untuk terus memukul," ucapnya. 

Dalam video aksi perendungan tersebut korban terlihat, korban AI (9) memakai baju berwarna pink dan disekitar terdapat beberapa orang termasuk siswi pelajar yang masih mengenakan baju seragam sekolah SMP.

Korban berdiri di tengah kerumunan, kemudian terduga pelaku mengenakan baju orange dan jilbab hitam, kemudian memukul dan mendorong AI. 

Awalnya, korban terlihat mencoba melawan, namun karena postur tubuhnya yang lebih kecil, akhirnya tumbah dan jatuh ke tanah.

Dikesempatan itu terduga pelaku kembali melancarkan aksinya dengan memukul berkali-kali kearah kepala korban, menyeret hingga menarik tangan korban dan memutar.

Sementara terdengar suara dari orang yang merekam video tersebut, sempat melarang rekannya yang mencoba melerai.

“Biar pi jangan korang tahan, dorang dua ji, dorang dua ji," ucap perekam video.

Sementara itu, Kapolsek Wawotobi IPTU Sulaeman saat dihubungi menyebut kasus  tersebut telah diselesaikan secara adat.

"Kemarin hari Jum'at sudah diselesaikan, di mediasi kedua belah pihak baik dari keluarga korban maupun keluarga pelaku oleh lurah," kata IPTU Sulaeman. (*)

(TribunnewsSultra.com/Annisa Nurdiassa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.