Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Selat Hormuz atau “Neraka Akan Turun”
Ansari Hasyim April 05, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di kawasan Teluk kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ultimatum keras kepada Iran: buka Selat Hormuz dalam 48 jam atau menghadapi konsekuensi besar.

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan bahwa waktu bagi Teheran hampir habis.

“Ingat ketika saya memberi waktu sepuluh hari kepada Iran untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz? Waktu hampir habis – 48 jam sebelum semua neraka menguasai mereka,” tulisnya.

• AS Kecele, Ternyata Iran Masih Sangat Tangguh dan Miliki Banyak Rudal, Terungkap dari Data Intelijen

Trump juga menyebut tenggat tersebut akan berakhir pada Senin, seraya memperingatkan bahwa “semua neraka akan turun” jika Iran tidak mematuhi. Namun, ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan batas waktu serupa, sehingga menimbulkan tanda tanya soal langkah konkret yang akan diambil Washington.

Di tengah ancaman tersebut, situasi di lapangan justru menunjukkan tantangan besar bagi AS. Operasi pencarian terhadap pilot jet tempur Amerika yang ditembak jatuh masih berlangsung, namun mengalami kendala serius. Bahkan, dua helikopter pencarian dan penyelamatan dilaporkan turut ditembak oleh sistem pertahanan Iran, meski seluruh awaknya berhasil diselamatkan.

Perkembangan ini menjadi pukulan bagi klaim Washington sebelumnya yang menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Iran telah dilumpuhkan. Fakta di lapangan justru memperlihatkan sebaliknya—pertahanan Iran masih aktif dan efektif.

Sebagai respons atas situasi yang memburuk, AS dilaporkan mengerahkan pembom strategis B-52 Stratofortress, pesawat berkapasitas muatan besar yang biasa digunakan dalam operasi militer skala besar. Namun, meningkatnya ancaman dari pertahanan Iran membuat pengerahan aset mahal dan rentan ini berpotensi ditinjau ulang.

Dengan tenggat waktu yang semakin dekat dan eskalasi militer yang terus meningkat, dunia kini menanti: apakah ultimatum Trump akan berujung aksi nyata, atau sekadar tekanan politik di tengah konflik yang kian kompleks.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.