AS Kecele, Ternyata Iran Masih Sangat Tangguh dan Miliki Banyak Rudal, Terungkap dari Data Intelijen
Saifullah April 05, 2026 01:03 AM

 

Bunker bawah tanah dan silo rudal Iran disebut mampu dipulihkan hanya dalam hitungan jam, sehingga tetap bisa digunakan untuk melancarkan serangan.

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Intelijen Amerika Serikat melaporkan bahwa Iran masih menyimpan persenjataan rudal dalam jumlah besar meski gempuran udara gabungan AS dan Israel telah menghantam ribuan target.

Laporan terbaru menyebutkan, bunker dan silo bawah tanah yang menjadi tempat penyimpanan rudal balistik serta peluncur bergerak milik Iran mampu dipulihkan hanya dalam hitungan jam setelah serangan.

Hal ini menimbulkan keraguan terhadap klaim Pentagon dan Gedung Putih yang menyatakan bahwa kemampuan rudal Iran telah melemah drastis.

Dalam pengarahan pekan ini, pemerintah AS mengklaim telah menyerang lebih dari 11.000 target dalam lima minggu perang. 

Menteri Pertahanan (Menhan), Pete Hegseth menegaskan, bahwa serangan rudal Iran memang menurun, dan sebagian besar berhasil ditembak jatuh.

Gedung Putih melalui Juru Bicara Anna Kelly juga menyebut intensitas serangan rudal dan drone Iran turun hingga 90 persen, dengan dua pertiga fasilitas produksinya rusak.

Namun, laporan intelijen justru menunjukkan Iran masih memiliki stok peluncur rudal yang disembunyikan di bunker dan gua, sehingga tetap mampu melancarkan serangan meski lebih terbatas.

Menurut pejabat intelijen, Iran kini lebih berhati-hati dalam menggunakan peluncur dan mulai menghemat persenjataan. 

Baca juga: Update Hari ke-36 Perang Iran, Dua Jet Tempur AS Diklaim Jatuh dan Pilot Masih Hilang

Meski demikian, Iran tetap mengirimkan sekitar 20 rudal per hari ke Israel, dengan pola tembakan kecil dalam setiap gelombang.

Pada Jumat (3/4/2026) misalnya, Iran diperkirakan meluncurkan 15–30 rudal balistik serta 50–100 drone serang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski serangan berkurang, ancaman masih nyata.

Kesulitan lain bagi AS adalah memastikan jumlah peluncur yang benar-benar hancur. 

Banyak peluncur yang diduga rusak ternyata hanyalah umpan atau berhasil digali kembali oleh Iran menggunakan buldoser.

CNN melaporkan, bahwa Iran masih memiliki sekitar setengah dari peluncur misilnya.

Sementara media Israel, Haaretz menyoroti teknik Iran dalam menyembunyikan peluncur di bunker bawah tanah.

Dengan fakta ini, kemampuan Iran belum sepenuhnya lumpuh. 

Baca juga: Serangan Besar-Besaran Rudal Iran Hujani Israel Usai Trump Pidato, Sirene Meraung, Banyak Korban

Meski diduga ada perpecahan internal yang mengganggu rantai komando, Iran tetap berusaha mempertahankan kapasitas rudalnya untuk memberi tekanan jangka panjang.

Situasi ini memperlihatkan bahwa klaim keberhasilan serangan AS-Israel masih menyisakan tanda tanya besar.

Karena Iran terbukti mampu menjaga sebagian besar kekuatan rudalnya dan tetap menjadi ancaman serius di kawasan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.