BOLASPORT.COM - Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengomentari kekalahan memalukan yang dialami timnya saat menghadapi Manchester City.
Liverpool hancur lebur saat bertamu ke markas Manchester City pada babak perempat final Piala FA 2025-2026.
Mentas di Etihad Stadium, Sabtu (4/4/2026), The Reds keok dengan skor telak 0-4.
Tim tamu awalnya memberikan perlawanan sengit sebelum petaka datang pada menit ke-39.
Mereka dihukum penalti oleh wasit usai Virgil van Dijk melakukan pelanggaran terhadap Nico O'Reilly di dalam kotak terlarang.
Erling Haaland, yang maju sebagai algojo penalti, berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Gol tersebut menjatuhkan mental para pemain Liverpool.
Setelahnya, The Reds tak sanggup mengimbangi permainan skuad asuhan Pep Guardiola.
Gawang mereka pun kembali dibobol Haaland lewat sundulan sebelum babak pertama berakhir, tepatnya pada menit ke-45+2.
Situasi ini tidak berubah selepas jeda.
Hanya lima menit babak kedua berjalan, Liverpool kembali kemasukan gol yang kali ini dikemas oleh Antoine Semenyo.
Pada menit ke-57, Haaland menambah penderitaan Liverpool melalui torehan hattrick-nya.
Tak lama setelahnya, Liverpool sebetulnya mendapatkan hadiah penalti dari wasit.
Kado penalti didapat setelah Hugo Ekitike dijatuhkan Rayan Cherki di dalam area kotak 16.
Akan tetapi, Mohamed Salah, yang mengambil tendangan 12 pas tersebut, gagal melakukan tugasnya pada menit ke-62.
Usai pertandingan, Arne Slot tak menampik bahwa gol pertama Man City telah menjatuhkan mental anak asuhnya.
"Saya rasa pertandingan berjalan seimbang sampai mereka mencetak gol penalti, dan terakhir kali kami bermain di sini, kami kebobolan tepat sebelum jeda babak pertama, dan hari ini pun demikian," kata Slot, dikutip BolaSport.com dari TNT Sports.
"Secara mental, itu tidak mudah, kami mencoba memperbaiki keadaan di babak pertama."
"Tapi 5-10 menit kemudian mereka mencetak dua gol, dan apa yang terjadi setelahnya? Oke, kami mendapat penalti dan menciptakan peluang, tapi itu tidak memberi tahu saya apa pun."
"Pada 35 menit pertama saya melihat tim yang ingin saya lihat, tetapi 20 menit berikutnya kami harus bertahan jauh, jauh, jauh, jauh lebih baik daripada yang kami lakukan hari ini," imbuhnya.
Lebih lanjut, juru taktik asal Belanda itu mengaku sangat kecewa timnya tersingkir dengan cara seperti ini.
"Sangat mengecewakan," lanjutnya.
"Bukan hanya karena tersingkir, tetapi juga cara tersingkirnya, hasilnya, dan skornya."
"Kekecewaan besar lainnya bagi kami," tutur eks pelatih Feyenoord itu menambahkan.