Menlu RI Kecam Serangan Ketiga Lukai 3 Prajurit TNI di Lebanon, Desak PBB Tingkatkan Perlindungan
Wahyu Aji April 05, 2026 04:32 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai adanya serangan lagi, yang menyasar pasukan perdamaian PBB atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Serangan tersebut merupakan kali ketiga, yang kali ini melukai tiga prajurit Indonesia yang bertugas pada pasukan perdamaian di Lebanon.

“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu,” kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu, (4/4/2026).

Sekarang ini , insiden tersebut kata Sugiono masih diselidiki oleh UNIFIL. Pemerintah Indonesia telah mendesak PBB untuk melakukan investigasi secara komprehensif.

“Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” katanya.

Pemerintah Indonesia kata Sugiono mengutuk keras insiden yang menyasar pasukan perdamaian yang di dalamnya terdapat prajurit TNI. Menurutnya harus ada jaminan keamanan bagi pasukan perdamaian yang bertugas di Lebanon sekarang ini.

“Oleh karena itu, hal seperti ini, ya kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi. Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making,” pungkasnya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan kekhawatiran setelah ledakan kembali menyasar pasukan perdamaian PBB atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). ledakan tersebut merupakan kali ketiga, yang kali ini melakui tiga prajurit Indonesia yang bertugas pada pasukan perdamaian di Lebanon.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan, yang melukai tiga personel peacekeepers Indonesia yang bertugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL),” ujar Kemlu, Sabtu, (4/4/2026).

Dalam kurun satu minggu, insiden ledakan di tengah operasi Militer Israel di Lebanon Selatan tersebut telah menyasar pasukan perdamaian sebanyak 3 kali. Kemlu menilai insiden tersebut tidak bisa terus dibiarkan.

“Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima. Terlepas dari apapun penyebabnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya,” katanya:

Pemerintah Indonesia meminta agar Dewan Keamanan PBB untuk segera mengusut seluruh insiden yang menyasar pasukan perdamaian.

Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB gelar pertemuan antar negara yang berkontribusi terhadap pasukan perdamaian PBB untuk memperkuat perlindungan.

“Indonesia kembali meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan untuk UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL,” katanya.

Indonesia juga meminta penyelidikan atas insiden tersebut segera dilakukan. Penyelidikan harus dilakukan secara transparan dan komprehensif.

Baca juga: Pemerintah RI Minta DK PBB Usut Kasus 3 Prajurit TNI yang Kembali Terluka di Lebanon

“Untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.