Kemudian ada juga 7 Hunsela Korban Bencana di Padang Segera Rampung, Inisiator Target Resmikan 18 April
Penyintas bencana banjir bandang di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang kini mulai bernapas lega.
Masni (54), salah satu korban yang kehilangan tempat tinggal, kini resmi menempati Hunsela Kubang Padang setelah rumahnya hancur total pada akhir November 2025 lalu.
Diketahui Hunsela ini diinisiasi oleh Pusat Studi Bencana Unand, IKA Alumni Unand, Karang Taruna Kapalo Koto dan Asosiasi Perempuan Peduli Bencana.
Dana pembangunannya juga dibantu oleh para donatur, mulai dari hunsela di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto hingga di Kubang, Kelurahan Limau Manis.
Baca juga: Populer Sumbar:Gempa Gunjang Tua Pejat, Tak Ada Laporan Kerusakan Gempa
Masni mengaku sangat terbantu atas hunsela yang diberikan kepadanya. Sebab, rumahnya telah hancur sebagian saat banjir bandang di Kapalo Koto akhir November 2025 lalu.
"Merasa senang dan sangat terbantu atas hunsela yang diberikan, sebab rumah saya sudah hancur dan kami sangat-sangat membutuhkan," ucapnya memberikan keterangan di lokasi peresmian dua unit hunsela, Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Sabtu (4/4/2026).
Pasca bencana kata Masni, ia bersama anaknya hanya bisa menyambung hidup di rumah saudaranya di Kubang.
Dengan bantuan hunsela yang diberikan, Masni mengaku bisa segera pindah ke sana usai peresmian dilakukan.
Barang-barang rumahnya yang tersisa juga akan dibawa ke hunsela. Ke depannya, ia bersama sang anak akan menjalani kehidupan di sana.
"Selama ini tinggal di tempat saudara di Kubang, kalau sudah ada hunsela ini bisa segera pindah, saya bawa barang-barang dulu ke sini," ujarnya.
Ia berharap para inisiator dan donatur dapat dilimpah rezki berlipat ganda dari sang pencipta.
Selain itu, Masni berharap hunsela tersebut dapat bermanfaat bagi penyintas bencana, salah satunya ia dan sang anak.
"Harapan kami semoga hunsela dapat bermanfaat dan bapak ibu yang memberikan diberikan pahala serta rezki berlipat ganda dari Allah," tambahnya.
Sejumlah inisiator dari Universitas Andalas membangun hunian sementara sehat layak (hunsela) bagi masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di tenda darurat.
Tak sekedar memberikan bantuan sandang dan pangan, para inisiator dari Universitas Andalas juga membangun hunsela untuk masyarakat.
Inisiator pembangunan hunsela, Heni Herwina, menjelaskan ini di lokasi peresmian dua unit hunsela, Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Sabtu (4/4/2026).
Bantuan hunsela ini kata Heni, berawal dari banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan tempat tinggal layak pasca bencana di Batu Busuak, Padang.
Temuan di lapangan pasca bencana akhir November 2025 lalu, para inisiator melihat korban bencana masih menetap di tenda darurat.
Hingga akhirnya, pembangunan hunsela terus bertambah sampai sekarang, karena para donatur juga banyak yang berdatangan.
"Bantuan hunsela pertama kita di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh sebanyak 11 unit. Kita juga bekerja sama dengan ITB dan akhirnya diberikan bantuan panel surya di sana," ucapnya.
Rancangan hunsela di Kampung Talang dinilai layak untuk korban bencana, akhirnya bertambah secara terus menerus.
"Kita merencanakan 35 bangunan hunsela, ada di empat titik nantinya. Dua tempat sudah terlaksana, yakni 11 unit di Kampung Talang dan dua unit di Kunang, Kelurahan Limau Manis yang diresmikan hari ini," pungkasnya.
Pembangunan dua unit hunsela di Kubang ini ujar Heni sempat diragukan lantaran lahan sempit, akan tetapi berkat kepiawaian tukang dan masyarakat yang membantu akhirnya bisa terwujud.
Bahkan dua unit hunsela tersebut juga layak ditempati oleh penyintas bencana dari Batu Busuak.
"Kenyataannya sangat layak ditempati, bukan hanya sementara ata terbuang nantinya," pungkasnya.
Semen Padang FC vs Persib Bandung bakal menjadi ujian konsistensi skuat Kabau Sirah setelah berhasil meraih kemenangan penting di laga tandang sebelumnya.
Guillermo Fernandez menyoroti performa solid tim saat menumbangkan PSBS Biak 0-2 sebagai modal utama untuk menghadapi Maung Bandung, Minggu (5/4/2026).
Pemain asal Spanyol tersebut menilai kekompakan tim dalam transisi menjadi alasan utama keberhasilan dalam laga Semen Padang FC vs Persib Bandung.
Baca juga: Semen Padang FC vs Persib Bandung, Guillermo Fernandez Ungkap Kunci Kemenangan Lawan PSBS Jadi Modal
Menurutnya, keberhasilan mencuri poin penuh dari markas PSBS Biak membuktikan bahwa koordinasi antar lini Semen Padang FC kini semakin padu dan siap meladeni pemuncak klasemen.
Guillermo mengatakan, meski Persib Bandung merupakan tim kuat dan pemuncak klasemen, Semen Padang FC tetap memiliki target yang sama seperti laga lainnya.
“Seperti setiap pertandingan, target kami adalah tiga poin. Lawan siapa pun sama, kami fokus untuk meraih kemenangan,” ujarnya saat jumpa pers dengan awak media, Sabtu (4/4/2026).
Ia menegaskan, seluruh pemain telah sepakat menjadikan setiap laga tersisa sebagai pertandingan final demi memperbaiki posisi di klasemen.
“Kami punya sembilan pertandingan, sembilan final. Jadi setiap pertandingan sangat penting,” katanya.
Menurut Guillermo, timnya telah mempersiapkan diri secara maksimal dan siap bertarung menghadapi Persib Bandung.
“Mereka tim yang bagus, tapi kami juga bagus. Kami akan berjuang dan kami siap,” tegasnya.
Ia juga menyoroti performa tim pada laga sebelumnya melawan PSBS Biak sebagai modal penting menghadapi pertandingan ini.
Dalam laga tersebut, Semen Padang FC tampil solid baik dalam bertahan maupun menyerang. Hasilnya Semen Padang FC menang 0-2 atas tuan rumah PSBS Biak.
“Pertandingan terakhir kami sangat bagus. Kami bermain bersama dalam bertahan dan menyerang, dan itu menjadi kunci,” ujarnya.
Guillermo menilai kekompakan tim menjadi faktor pembeda yang harus dipertahankan saat menghadapi Persib Bandung.
“Kami tahu dengan pertahanan yang kuat, kami bisa menciptakan peluang. Itu yang harus kami lakukan lagi,” katanya.
Pelatih kepala Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menegaskan laga menghadapi Persib Bandung menjadi pertandingan krusial bagi timnya.
Pertandingan tersebut akan digelar pada Minggu (5/4/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Haji Agus Salim dalam lanjutan BRI Super League.
Saat ini, Semen Padang FC berada di peringkat 17 dengan raihan 20 poin dari 25 laga. Jumlah poin tersebut sama dengan Persis Solo yang berada di zona aman degradasi.
Menghadapi situasi tersebut, Imran menyebut setiap pertandingan sisa musim ini sebagai laga final yang harus dimaksimalkan.
“Saya sudah bilang dari awal, kita punya sembilan pertandingan final. Anggap setiap pertandingan itu final,” ujarnya saat diwawancarai di Komplek Mes Indarung Semen Padang, Sabtu (4/4/2026).
Ia menegaskan, fokus tim saat ini sepenuhnya tertuju pada laga melawan Persib Bandung tanpa memikirkan pertandingan lain.
“Saya tidak mau bicara lawan-lawan kita dulu. Kita fokus lawan Persib. Anggap pertandingan besok itu final dan tidak ada pertandingan lagi setelah itu,” katanya.
Menurut Imran, pendekatan tersebut dilakukan agar para pemain lebih fokus dan tidak terbebani dengan perhitungan klasemen atau laga lain.
Ia menyebut para pemain sudah memahami pentingnya pertandingan tersebut dalam upaya memperbaiki posisi tim di klasemen.
“Pemain tahu ini pertandingan sangat penting buat mereka. Ini kesempatan untuk mengangkat keadaan,” ujarnya.
Imran berharap seluruh instruksi yang diberikan tim pelatih dapat dijalankan dengan baik di lapangan demi meraih kemenangan.
“Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan bisa mereka aplikasikan di lapangan agar kita bisa meraih kemenangan,” tutupnya.
Pusat Studi Bencana Unand bersama sejumlah lembaga sedang mempercepat pengerjaan 7 hunian sementara sehat layak (hunsela) korban bencana di Padang agar segera bisa ditempati oleh para penyintas.
Lokasi pembangunan tujuh unit hunian sementara sehat layak (hunsela) ini berada di daerah Pisang, Kelurahan Piai, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Hunsela ini diinisiasi oleh Pusat Studi Bencana Unand, IKA Alumni Unand, Karang Taruna Kapalo Koto dan Asosiasi Perempuan Peduli Bencana.
Baca juga: 7 Hunsela Korban Bencana di Padang Segera Rampung, Inisiator Target Resmikan 18 April
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh salah satu inisiator pembangunan hunsela sekaligus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Andalas, Heni Herwina di Kubang, Kecamatan Limau Manis, Kota Padang, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa untuk pembangunan dua unit hunsela di Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang didanai oleh Kolega Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (Unand).
Sementara tujuh unit yang ada di Pisang, Kelurahan Piai, tiga unit didanai oleh Ikatan Alumni Farmasi Unand. Dana yang terkumpul mencapai Rp45 juta.
Kemudian diserahkan kepada penyintas bencana melalui inisiator, dan akhirnya dibangunkan hunsela.
"Karena mereka berniat dibangunkan hunsela, kita dapat tiga unit , ditambah fasilitas air dari dana itu," sebutnya.
Sedangkan empat lainnya, didanai oleh Persatuan Dokter Penyakit Dalam Unand. Pembangunannya masih berjalan, setelah siap bakal diresmikan serta diserahkan kepada penyintas bencana.
Kata dia, total sementara hunsela yang sudah dibangun untuk penyintas bencana di Padang dari para inisiator dan donatur sudah mencapai 13 unit.
"Kalau untuk yang tujuh unit itu rencananya diresmikan tanggal 18 April 2026 mendatang, insyaallah. Kalau ditambah tujuh unit, totalnya 20 hunsela nantinya," terang Heni.
Sejumlah inisiator dari Universitas Andalas membangun hunian sementara sehat layak (hunsela) bagi masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di tenda darurat.
Tak sekedar memberikan bantuan sandang dan pangan, para inisiator dari Universitas Andalas juga membangun hunsela untuk masyarakat.
Inisiator pembangunan hunsela, Heni Herwina, menjelaskan ini di lokasi peresmian dua unit hunsela, Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Sabtu (4/4/2026).
Bantuan hunsela ini kata Heni, berawal dari banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan tempat tinggal layak pasca bencana di Batu Busuak, Padang.
Temuan di lapangan pasca bencana akhir November 2025 lalu, para inisiator melihat korban bencana masih menetap di tenda darurat.
Hingga akhirnya, pembangunan hunsela terus bertambah sampai sekarang, karena para donatur juga banyak yang berdatangan.
"Bantuan hunsela pertama kita di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh sebanyak 11 unit. Kita juga bekerja sama dengan ITB dan akhirnya diberikan bantuan panel surya di sana," ucapnya.
Rancangan hunsela di Kampung Talang dinilai layak untuk korban bencana, akhirnya bertambah secara terus menerus.
"Kita merencanakan 35 bangunan hunsela, ada di empat titik nantinya. Dua tempat sudah terlaksana, yakni 11 unit di Kampung Talang dan dua unit di Kunang, Kelurahan Limau Manis yang diresmikan hari ini," pungkasnya.
Pembangunan dua unit hunsela di Kubang ini ujar Heni sempat diragukan lantaran lahan sempit, akan tetapi berkat kepiawaian tukang dan masyarakat yang membantu akhirnya bisa terwujud.
Bahkan dua unit hunsela tersebut juga layak ditempati oleh penyintas bencana dari Batu Busuak.
"Kenyataannya sangat layak ditempati, bukan hanya sementara ata terbuang nantinya," pungkasnya.