TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Ratusan peziarah memadati Pemakaman Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Palangka Raya pada malam Paskah, Sabtu (4/4/2026).
Sejak sore, masyarakat silih berganti datang bersama keluarga dan kerabat.
Ada yang membawa bunga, lilin, hingga bantal dan alas tidur untuk yang menginap.
Baca juga: 1.500 Umat Padati Vigili Paskah di Gereja Santa Maria Katedral Palangka Raya
Bau semerbak bunga sudah tercium sejak memasuki kawasan pemakaman. Tampak makam-makam sudah bersih dan dihiasi lilin.
Ziarah pada malam Paskah ini, bukan sekadar untuk membersihkan dan mempercantik makam, tapi juga mengenang suka cita bersama mereka yang pergi lebih dulu.
Satu di antara peziarah, Fajar Heri (37), mengatakan, datang ke makam merupakan kegiatan rutin setiap Malam Paskah.
Fajar datang bersama istri dan anaknya, untuk mengunjungi makam kakak kandung serta mertuanya.
"Kita biasanya memasang lilin paskah, supaya makam keluarga kita terang dan tidak sepi. Supaya berbeda lah di malam Paskah ini," ujarnya.
Bagi Fajar dan keluarganya, Paskah merupakan momen bersuka cita. Namun, menurutnya tahun ini pengunjung makam lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau tahun lalu sampai ada yang menginap, biasanya ada yang sampai pagi," ungkapnya.
Meski begitu, Fajar menyebut, hal itu tak mengurangi suasana suka cita pada Malam Paskah.
"Iya, ini juga momen terus mengingat momen suka cita bersama mereka yang lebih dulu pergi," kata dia.
Hal yang sama juga dirasakan Hamesya (20), peziarah lainnya di Pemakaman Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 2, Palangka Raya.
Ia bersama keluarganya datang sejak sore untuk mengunjungi makam kakeknya.
"Tadi kegiatannya kumpul keluarga sama renungan," jelas Hamesya.
Ziarah makam ini, juga menjadi rutinitas Hamesya dengan keluarganya pada Malam Paskah.
"Dari pagi bersih-bersih, malamnya kumpul keluarga," ungkapnya.
Hingga menjelang tengah malam, masih ada peziarah yang berdatangan. Selain mengunjungi makam, momen ini juga menjadi waktu kumpul keluarga dan kerabat, sekaligus mengenang mereka yang lebih dulu pergi.