Pesona Pantai Wato Lato,  Pemandangan Karang Hitam di Balik Mata Air Wai Uhe, Lewouran Flores Timur
Alfred Dama April 05, 2026 03:19 AM

 

POS KUANG.COM -- Kabupaen Flores Timur terkenal dengan pantai indah dan menawan.

Dan, salah satu pantai unik dan mempesona adalah  Pantai Wato Lato di Desa Lewouran

Pantai ini memiliki bentang alam yang unik karena kawasan pantainya terdiri hamparan batu karang warna hitam. Tak heran bila nama pantai ini berkaitan dengan kondisi pantai, Wato Lota atau batu susun.

Surga tersembunyi, begitulah kesan pertama ketika sampai di pantai ini setelah TribunFlores.com berhasil sampai pada Jumat, 6 September 2024.

Sebelumnya, perjalanan menuju ke tempat wisata ini mengawali titik start dari Desa Lewotobi. Kondisi jalan yang dilewati beraspal mulus.

Tepat di cabang jalan masuk menuju Wato Lato terdapat papan penunjuk arah. Papan itu ditancap di sebelah kiri dari arah Desa Lewotobi menuju Lewouran. 

Rute dan Lokasi

Letak Wato Lota persis berada di ujung Desa Lewouran yang berbatasan langsung dengan Desa Lewoawang, Kecamatan Ilebura.

Pada cabang masuk, kondisi jalan yang tersedia memang masih jalan setapak. Hal ini dikarenakan melewati perkebunan warga. 

Jarak yang ditempuh dari cabang menuju Pantai Wato Lota sekitar 15 menit dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan mata disuguhkan bentangan laut selatan Pulau Flores. 

Tak hanya itu pesona pulau tiga yaitu Nuha Witi, Nuha Wawe dan Nuha Kowa terlihat indah di tengah lautan lepas. 

Pesona gulungan ombak yang pecah di batu karang wisata pantai ini menjadi pemandangan yang eksotis saat menempuh perjalanan menuju Pantai Wato Lota.

Jalanan menuju Wato Lota agak menurun atau terjal. Di sebelah kiri dan kanan jalan ada pepohonan sebagai pagar. Namun terbantu memegangi pepohonan saat turun ke Wato Lota.

Perjalanan yang memacu adrenalin mendaki beberapa bukit batu untuk pantai yang indah tidak gagal.

Barisan karang hitam membentang, ditambah gulungan ombak yang menyisir tiap celah karang dan hamparan laut birunya mengobati rasa Lelah perjalanan.

Apalagi kepiting-kepiting menjamur di sekitar celah karang yang mengundang untuk ditangkap.

Mata Air Wai Uhe

Selain Pantai Wato Lato, di sekitarnya ada sebuah mata air yang memiliki nilai sejarah. 

Mata air tersebut bernama Wai Uhe yang memiliki nilai sejarah bagi warga Lewouran. Mata Air itu telah menghidupi warga Lewouran selama beberapa generasi. 

"Kami dahulu di kampung lama (Lewooki) biasanya ambil air dari Wai Uhe. Dari dulu memang Wai Uhe satu-satunya mata air, " kata Blasius Boli Witin salah satu warga Desa Lewouran diwawancarai.

Vino Nai, warga lokal menyebut sejauh ini belum ada pembangunan atau pembukaan akses jalan. 

"Mungkin belum ada pembukaan akses jalan, kalau dibuka pasti banyak pengunjung," ucapnya. 

Dari pantauan tim TribunFlores.com, memang saat ini belum ada akses jalan masuk menuju Wato Lota. Sejauh ini hanya tersedia jalan setapak. Kendaraan tidak dapat dibawa hingga ke pinggir pantai. 

Bagi para pengunjung yang berada di tempat yang jauh, jika ingin ke Wato Lota dapat melewati cabang atau pertigaan di Desa Nobo, Kecamatan Ilebura. *

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.