Drama VAR Menangkan Barcelona: Kartu Merah Gerard Martin Batal, Atletico Madrid Murka
Dwi Setiawan April 05, 2026 09:00 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sorotan tajam mewarnai hasil laga pertandingan Atletico Madrid vs Barcelona yang dimenangkan El Barca selaku tim tamu, Minggu (5/4/2026) dinihari tadi.

Dalam tajuk laga pekan ke-30 Liga Spanyol yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano.

Barcelona selaku tim tamu memang berhasil mencuri tiga poin setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-2.

Hanya saja, kemenangan ini ternodai dengan beberapa insiden yang dianggap menguntungkan Barcelona.

Salah satunya momen ketika wasit hingga VAR melewatkan kesempatan untuk menghukum bek Barcelona, Gerard Martin.

Momen tersebut terjadi tepatnya pada awal laga di babak kedua, ketika skor berkedudukan imbang 1-1.

Awalnya, Bosquets Ferrer selaku wasit memang memberikan hukuman berupa kartu merah kepada Gerard Martin, yang dianggapnya melakukan tekel keras ke arah Thiago Almada.

Hanya saja setelah mendapat tinjauan dari VAR, kartu merah yang awalnya diterima Gerard Martin justru berubah.

Alih-alih mempertahankan keputusannya tersebut, VAR justru mengintervensi sang wasit utama, untuk membatalkan kartu merah itu, lalu menggantinya dengan kartu kuning saja.

Padahal jika dilihat secara jeli, Gerard Martin tampaknya sangat layak untuk mendapat kartu merah akibat takelnya.

Namun, wasit yang menganulir keputusannya tak bergeming dengan hal tersebut, dan akhirnya hanya memberi kartu kuning kepada Gerard Martin.

Sontak, keputusan tersebut disorot oleh berbagai pihak, terutama dari Atletico Madrid yang merasa dirugikan.

Baca juga: Hasil Liga Spanyol: Real Madrid Dipecundangi Mallorca 2-1, Barcelona Full Senyum

Situasi kian apes bagi Atletico Madrid, karena tak lama sebelum kejadian tersebut, salah satu pemain mereka justru diganjar kartu merah.

Ialah Nicolas Gonzales yang dihukum wasit dengan hadiah kartu merah di menit akhir babak pertama.

Kartu merah yang diterima Nicolas Gonzales inilah yang akhirnya membuat Barcelona unggul jumlah pemain, dan akhirnya bisa memenangkan laga berkat gol telat yang dicetak Robert Lewandowski menit ke-87.

Setelah berakhirnya laga ini, pelatih hingga pemain Atletico Madrid merasa murka dengan kinerja wasit yang dianggapnya terlalu menguntungkan Barcelona.

Pelatih Atletico Madrid Argentina Diego Simeone memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester United dan Atletico Madrid di stadion Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris pada 15 Maret 2022.
Pelatih Atletico Madrid Argentina Diego Simeone memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester United dan Atletico Madrid di stadion Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris pada 15 Maret 2022. (Paul ELLIS / AFP)

Sorotan utama jelas mengarah kepada keputusan wasit yang seharusnya mempertahankan keputusan awalnya saat memberi kartu merah kepada Gerard Martin.

Kritikan pertama datang dari Diego Simeone selaku pelatih Atletico.

Diego Simeone mengaku tidak banyak hal yang bisa ia katakan, kecuali menganggap keputusan tersebut keliru.

"Tidak banyak yang bisa dikatakan, dia (red: Gerard Martin) datang terlambat, dia menginjak pergelangan kaki pemain saya, situasinya sangat jelas, seharusnya kartu merah," geram Simeone dilansir Football Espana.

Lalu, kritikan tak kalah pedas dari kiper Atletico, Juan Musso.

Juan Mosso menyayangkan kekeliruan wasit dalam mengambil keputusan, hingga akhirnya membuat Atletico kalah, meskipun bermain dengan baik dengan kondisi 10 pemain sejak akhir babak pertama.

"Itu seharusnya kartu merah langsung untuk Gerard Martin, wasit melihatnya dengan jelas di lapangan," kritik Musso.

"Momen itu seharusnya membuat jalannya laga lebih adil,"

"Saat sebelas lawan sebelas, kami bahkan bermain lebih baik daripada Barcelona,"

"Sekarang kami hanya bisa terus maju, karena laga ini memberi kami kepercayaan diri, saya percaya tim ini," tukasnya.

HANSI FLICK - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, selama pertandingan final Piala Super Spanyol 2026 kontra Real Madrid di King Abdullah Sports City, Arab Saudi pada Senin (12/1/2026). (Website Barcelona - 12/1/2026)
HANSI FLICK - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, selama pertandingan final Piala Super Spanyol 2026 kontra Real Madrid di King Abdullah Sports City, Arab Saudi pada Senin (12/1/2026). (Website Barcelona - 12/1/2026) (FC Barcelona)

Dikala pelatih hingga pemain Atletico murka dengan keputusan wasit, Hansi Flick selaku pelatih Barcelona mencoba angkat bicara dan menanggapi hal sama.

Hansi Flick pun merasa keputusan wasit benar, karena tekel Gerard Martin tidak terlambat.

Kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk pemainnya tersebut juga dianggap sudah tepat.

"Saya tidak melihat insiden Gerard Martin di layar, tapi ketika saya lihat langsung, dia memang merebut bola terlebih dahulu," bela Hansi Flick.

"Jadi menurut saya, itu bukan kartu merah," tambahnya.

Atas hasil ini, Barcelona kian mempertegas statusnya sebagai pemuncak klasemen Liga Spanyol dengan 76 poin dari 30 laga.

Barcelona mampu memanfaatkan kekalahan Real Madrid pada laga sebelumnya, dengan keunggulan tujuh poin di klasemen.

Menariknya setelah laga ini, Barcelona dan Atletico Madrid akan kembali bersua dalam laga yang berlangsung dua leg di perempat final Liga Champions.

Layak dinanti apakah Atletico Madrid bisa membalas kekalahan kali ini melawan Barcelona dalam perebutan tiket semifinal tersebut?

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.