TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik Hendri Satrio menilai peluang Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas dalam kontestasi Pilpres 2029 tidak bisa dipandang sebelah mata.
Menurut Hendri, posisi Zulhas saat ini cukup mengejutkan banyak pihak. Pria kelahiran Lampung itu kini seorang pemimpin tertinggi partai yang bertengger di parlemen, dan dinilai berhasil membangun kedekatan politik yang kuat dengan lingkar kekuasaan.
“Saya terkejut dia bisa sampai di posisi ini. Artinya dia cukup pintar bermain di politik,” ujar Hendri dalam perbincangannya bersama Helmy Yahya di Youtube @HelmyYahyaBicara, dikutip Minggu (5/4/2026).
Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu menilai, kepercayaan yang diberikan kepada Zulhas tidak hanya berdampak pada dirinya secara personal, tetapi juga pada partai dan bahkan lingkaran keluarganya.
Anak perempuan Zulhas yang bernama Putri Zulkifli Hasan terpilih menjadi Anggota DPR RI 2024-2029, dan menjadi Ketua Fraksi PAN.
Putri Zulhas lainnya, Zita Anjani dipercaya Prabowo sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto bidang Pariwisata.
“Bukan cuma partainya, keluarganya juga dapat kepercayaan,” kata Hendri.
Hendri pun menyebut Ketua Umum PAN tersebut sebagai sosok yang lihai dalam membaca momentum politik.
Dalam konteks Pilpres 2029, ia melihat peluang Zulhas bisa berkembang jika mampu menjaga kedekatan dengan Prabowo.
Daya tawar Zulhas juga bisa semakin besar dalam konteks menjadi cawapres pendamping Prabowo di Pilpres 2029, jika memiliki logistik yang besar.
“Nah sekarang tinggal bagaimana dia mendekati Pak Prabowo dan menyiapkan momentum ke depan,” ucapnya.
Hendri bahkan membandingkan peluang Zulhas dengan Ketua Umum PAN sebelumnya, Hatta Rajasa, yang pernah mendampingi Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2014.
“Bisa saja seperti Hatta Rajasa, mendampingi Prabowo,” jelasnya.
Hendri menambahkan, dinamika politik Indonesia kerap menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi.
Pengalaman Pilpres 2024, menurutnya, menjadi bukti bahwa banyak skenario yang sebelumnya dianggap mustahil justru bisa terjadi.
“Sekarang kita enggak bisa bilang sesuatu itu tidak mungkin,” ujarnya.
Hendri mencontohkan kemunculan Gibran Rakabuming Raka hingga Kaesang Pangarep dalam panggung politik nasional yang sebelumnya tidak banyak diprediksi.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai peluang Zulhas tetap terbuka, tergantung bagaimana strategi politik yang dijalankan dalam beberapa tahun ke depan.
“Yang penting sekarang adalah bagaimana dia menjaga momentum dan kedekatan politik itu,” pungkasnya.