SURYA.CO.ID Tuban – Sebuah pangkalan LPG di Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, tampak ramai dipadati warga yang tengah kesulitan mencari LPG 3 kilogram, Sabtu (4/4/2026)
Terpantau antrean panjang terlihat di pangkalan tersebut. Bahkan beberapa warga tampak menunggu sejak pagi hari untuk mendapatkan LPG 3 kilogram karena kelangkaan yang telah dirasakan warga beberapa hari terakhir.
Inawaroh, warga setempat, menyebutkan bahwa kelangkaan ini sudah terjadi sekitar lima hari terakhir. Untuk menyiasati agar dapur tetap ngebul, ia terpaksa memasak menggunakan kayu bakar.
“Terpaksa masak pakai kayu bakar,” ujarnya.
Baca juga: Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG Jatim Aman Selama Libur Paskah 2026
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dirinya telah mengantre sejak pukul 07.00 WIB, namun tidak kebagian dan harus pulang dengan tangan kosong.
“Saya tidak dapat, terpaksa pulang bawa tabung kosong,” imbuhnya.
Hal ini juga dirasakan warga lain. Salah satu warga yang turut mengantre LPG tiga kilogram, Syafi’i (54), asal Sidomulyo, Tuban, mengatakan bahwa kelangkaan sudah terjadi beberapa hari terakhir. Bahkan, karena sulitnya mendapatkan LPG, ia rela membeli dengan harga jauh di atas HET.
“Biasanya harga Rp20 ribu sampai Rp21 ribu. Sempat naik jadi Rp25 ribu sampai Rp27 ribu,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah dan Pertamina Sepakat Galakkan Masyarakat Hemat LPG
Menurutnya, LPG sangat ia butuhkan untuk menjalankan usahanya pindang ikan. Sebab, dalam kondisi normal ia membutuhkan dua tabung LPG 3 kilogram setiap hari.
Jika terjadi kelangkaan, hal ini akan mengganggu jalannya usahanya.
Sementara itu, pemilik pangkalan LPG, Andi Mustami, menyatakan bahwa stok sebenarnya dalam kondisi aman. Namun, terjadi lonjakan permintaan dalam tiga hari terakhir yang menyebabkan distribusi cepat habis.
“Barang datang langsung disalurkan, biasanya dua jam sudah habis. Ini baru tiga hari ada gejolak. Senin depan akan ada kiriman lagi. Harga di pangkalan Rp18 ribu,” ujarnya.