TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di dua panti asuhan di Kota Manado saat PT Pegadaian Kantor Wilayah V Suluttenggo Malut Papua bersama IIKP (Ikatan Istri Karyawan Pegadaian) hadir membawa bantuan dan harapan.
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-125 yang jatuh pada 1 April 2026, Pegadaian menggelar kegiatan sosial melalui program Pegadaian Peduli Dhuafa, menyasar Panti Asuhan Assalam Tuminting dan Panti Asuhan Bakti Kasih Karunia Karombasan.
Mengusung tema “125 Tahun Hadir Mengemaskan Harapan”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Sabtu 4 April 2026 di Pegadaian
Kehadiran Pegadaian di tengah anak-anak panti disambut antusias. Tawa dan keceriaan tampak menghiasi wajah para penghuni panti saat menerima bantuan yang diberikan.
Tidak hanya menyerahkan paket bantuan, kegiatan ini juga menjadi momen untuk berinteraksi langsung, berbagi cerita, serta menumbuhkan semangat dan optimisme bagi masa depan mereka.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, kebutuhan kebersihan dan sanitasi, serta perlengkapan pendukung aktivitas sehari-hari penghuni panti.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup anak-anak di panti asuhan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Suluttenggo Malut Papua, Maksum menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
“Di usia Pegadaian yang ke-125 tahun ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Pegadaian tidak hanya dirasakan dalam layanan keuangan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat," ujar Maksum, Sabtu 4 April 2026.
Katanya, Program Pegadaian Peduli Dhuafa ini menjadi salah satu wujud kepedulian kami untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan harapan baru, khususnya bagi anak-anak di panti asuhan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pegadaian akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang berdampak langsung dan berkelanjutan.
Sejalan dengan peran perusahaan sebagai BUMN yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Program Pegadaian Peduli Dhuafa sendiri merupakan bagian dari inisiatif TJSL yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan total 125 titik lokasi penerima manfaat.
Hal ini sejalan dengan semangat perusahaan dalam memperluas jangkauan manfaat serta memperkuat kontribusi sosial di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap dapat terus mempererat hubungan dengan masyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.
Di tengah perjalanan panjangnya selama 125 tahun, Pegadaian tidak hanya meneguhkan perannya sebagai lembaga keuangan terpercaya, tetapi juga sebagai institusi yang senantiasa hadir membawa makna, harapan, dan kepedulian bagi negeri.
Pengurus Panti Asuhan Assalam Tuminting menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Pegadaian.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari Pegadaian dan IIKP. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, tidak hanya dari sisi kebutuhan, tetapi juga memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak di sini,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh pengurus Panti Asuhan Bakti Kasih Karunia Karombasan yang menilai kehadiran langsung para karyawan dan pengurus IIKP memberikan dampak emosional yang positif bagi para penghuni panti.
“Kehadiran langsung seperti ini membuat anak-anak merasa diperhatikan dan tidak sendiri. Ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita,” tuturnya.(NDO)