TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka pengusulan pemberhentian Wakil Gubernur merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang harus disikapi dengan kedewasaan, penghormatan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Meskipun masa jabatan masih berlangsung hingga 2030, dinamika dalam perjalanan pengabdian dapat mengantarkan pada sebuah transisi, termasuk karena wafatnya Wakil Gubernur sebelumnya, Salim S Mengga pada Januari 2026 lalu.
Baca juga: Pertamina Heran Antrean di SPBU Sulselbar Mengular Padahal Stok BBM Ditambah Hingga 200 Persen
Baca juga: Ahmad Amiruddin Soroti Mental Pemain PSM: Hanya Sekadar Jalankan Kewajiban
“Atas nama pribadi, pemerintah provinsi, dan masyarakat Sulbar, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdiannya,” katanya pada rapat paripurna dalam rangka pengumuman usulan pemberhentian dengan hormat Wakil Gubernur Sulbar masa jabatan 2025–2030, Kamis (2/4/2026).
Suhardi Duka menegaskan, proses ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018.
Selanjutnya, usulan pemberhentian tersebut akan diproses secara administratif untuk disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri, sebelum mendapatkan pengesahan dari Presiden Republik Indonesia.
Suhardi Duka juga memastikan bahwa posisi Wakil Gubernur akan diisi kembali karena terjadi kekosongan sebelum masa jabatan mencapai dua setengah tahun.
“Setelah proses legalitas dan administrasi selesai, akan diajukan dua nama ke DPRD untuk dipilih,” jelasnya.
Ia menyebut, tiga partai pengusung yakni Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PKS akan berperan dalam mengusulkan kandidat.
Namun, sesuai ketentuan, hanya dua nama yang akan diajukan ke DPRD untuk dipilih melalui mekanisme pemungutan suara.
Suhardi Duka menegaskan pentingnya komunikasi politik antara pemerintah daerah, partai pengusung, dan DPRD agar kandidat yang diusulkan sejalan dengan aspirasi legislatif.
“Kita juga akan mempertimbangkan suara publik, partai politik, serta aspek geopolitik daerah,” tegas Suhardi Duka.
Ia menyinggung latar belakang almarhum Wakil Gubernur dari Polewali Mandar (Polman), yang menurutnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan figur pengganti, meskipun tetap dalam bingkai persatuan daerah.
Gubernur Suhardi Duka berharap proses transisi kepemimpinan ini tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan di Sulbar.
Ia juga mengapresiasi DPRD Sulbar atas langkah cepat dalam mengumumkan usulan pemberhentian tersebut.
Selanjutnya, pemerintah daerah akan menunggu terbitnya keputusan Presiden terkait pemberhentian Wakil Gubernur sebagai dasar untuk memulai proses pengisian jabatan secara resmi.
Bupati Polman, Samsul Mahmud memberi sinyal dukungan kepada Ketua Komisi l DPRD Sulbar, Syamsul Samad untuk menduduki kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat.
Hal ini diungkapkan Samsul Ketika menghadiri acara Kongres Rakyat Balanipa pada, Sabtu (4/4/2026) di Tinambung, Polman, Sulawesi barat.
Turut hadir dalam acara itu Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).
Kursi Wagub Sulbar saat ini memang sedang kosong setelah Salim S Mengga meninggal dunia pada Januari 2026 lalu.
"Kalau saya lihat Ketua Komisi I DPRD Provinsi (Syamsul Samad) pak Gub, ciri-ciri saya liat ini," beber Bupati Polman, Samsul Mahmud yang disambut dengan suasana meriah.
Samsul Mahmud menambahkan, jika sinyal tersebut tidaklah main-main.
Bahkan dirinya menegaskan jika Gubernur Suhardi Duka merestui, dirinya akan memberikan restu yang sama.
"Kalau pak gubernur tanda tangan, kami mengikuti tanda tangannya," tegas Samsul Mahmud. (*)