Waspada Campak, Dinas Kesehatan Belitung Timur Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak
Hendra April 05, 2026 03:19 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -  Melihat buah hati mengalami demam tinggi disertai ruam kemerahan tentu menimbulkan kekhawatiran luar biasa bagi setiap orang tua.

Fenomena ini tengah menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Minggu (5/4/2026), yang mengimbau para orang tua untuk tidak panik namun tetap sigap.

Kepala Bidang P2P Dinkes Beltim, Supardi, mengatakan kunci utama perlindungan anak dari bahaya campak adalah melalui imunisasi. Ia mengingatkan bahwa membawa anak ke posyandu merupakan pemenuhan hak dasar bagi si kecil.

"Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tapi juga hak anak untuk bisa hidup sehat. Jadi, bagi yang punya bayi usia 9 bulan dan belum mendapat imunisasi campak, segera bawa ke posyandu atau puskesmas," ujarnya.

Supardi menjelaskan jadwal utama imunisasi campak diberikan saat bayi berusia 9 bulan hingga 1 tahun. Meski begitu, bukan berarti perlindungan lebih lanjut tidak lagi diperlukan.

Masih terdapat dosis lanjutan atau booster yang wajib diberikan saat anak menginjak usia 18 hingga 20 bulan.

Imunisasi memang tidak menjamin anak 100 persen terhindar dari penyakit. Namun, Supardi menegaskan bahwa tingkat keparahan pada anak yang sudah divaksin jauh lebih ringan dibandingkan mereka yang belum pernah divaksin.

"Kalau pun terkena, tingkat keparahannya tidak akan separah mereka yang tidak pernah divaksin. Itulah gunanya perlindungan dari imunisasi dasar lengkap," ucapnya.

Supardi meminta agar orang tua segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemui anak mengalami gejala panas mendadak dan ruam di kulit. Kejujuran dalam melaporkan kondisi anak sangat penting untuk membantu petugas dalam memutus rantai penularan.

"Nggak usah khawatir, nggak usah panik. Segera bawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan didiamkan saja di rumah atau diobati sendiri tanpa diagnosis medis," ungkapnya.

Supardi mengatakan satu anak yang terlindungi berarti berkontribusi melindungi anak-anak lain di sekitarnya. Sebaliknya, satu anak yang terlewat bisa menjadi pintu masuk penyakit di lingkungan tersebut.

Dinkes Beltim menjamin bahwa pelayanan imunisasi di puskesmas maupun posyandu tersedia secara rutin dan gratis.

Supardi berharap kesadaran orang tua di Belitung Timur meningkat. Hidup sehat tanpa ancaman campak bermula dari keputusan orang tua untuk mendatangi fasilitas kesehatan tepat pada waktunya.

"Intinya aman, asalkan orang tua kooperatif dan hak imunisasi anak dipenuhi. Kami siap melayani dan mendampingi pemeriksaan anak-anak kita," tutupnya.

 (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.