TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dikenal sebagai wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina, kembali menghadirkan destinasi wisata alam baru.
Berlokasi di Desa Dapihe, kawasan paling utara Talaud, destinasi wisata Walembarian mulai menarik perhatian dengan pesona alamnya yang masih alami dan suasana yang menenangkan.
Daya tarik utama Walembarian terletak pada bentang alamnya yang asri dan jauh dari keramaian.
Pengunjung dapat menikmati ketenangan sambil merasakan pengalaman berbeda, seolah menyatu dengan alam yang masih terjaga keasliannya.
Namun, destinasi ini tidak hanya menawarkan panorama.
Kepala Desa Dapihe, Horbit Ponge, mengungkapkan bahwa kawasan tersebut juga menyimpan nilai sejarah yang menjadi bagian dari identitas desa.
“Selain keindahan alam, di sini juga terdapat cerita dan jejak sejarah yang bisa dipelajari oleh para pengunjung,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Saat ini, pengembangan kawasan wisata Walembarian masih terus dilakukan.
Pemerintah desa tengah menyelesaikan berbagai fasilitas penunjang yang ditargetkan rampung pada pertengahan Juli 2026.
Meski belum sepenuhnya selesai, lokasi ini sudah dapat dikunjungi oleh masyarakat umum.
Kehadiran Wisata Walembarian diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian desa, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Warga setempat pun menyambut baik pengembangan tersebut.
Jumeldi, salah satu warga Desa Dapihe, menilai wisata ini bisa menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini bukan hanya soal peningkatan PAD, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang,” katanya.
Pengalaman pengunjung juga memperkuat daya tarik Walembarian.
Alprince, yang telah dua kali datang, mengaku merasakan kenyamanan yang berbeda saat berada di kawasan tersebut.
“Meski belum sepenuhnya rampung, tempat ini sangat indah dan nyaman. Cocok untuk rekreasi, ibadah, maupun kegiatan lainnya. Suasananya membuat kita seperti menyatu dengan alam,” ungkapnya.
Dengan kombinasi keindahan alam dan nilai sejarah yang dimiliki, Wisata Walembarian dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kepulauan Talaud di masa mendatang.
Desa Dapihe terletak di Kecamatan Tampan' Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Desa ini berada di wilayah kepulauan terluar Indonesia, di mana penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Jarak Kecamatan Tampan' Amma ke Melonguane sejauh 87 kilometer.
Pelabuhan Melonguane ke Pelabuhan Manado berjarak sekitar 335-345 kilometer dengan transportasi perjalanan laut menggunakan kapal ferry (kapal penumpang). Waktu tempuh biasanya 12-15 jam.
Sementara jarak Pelabuhan Manado ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sejauh 14,5 kilometer
lewat Jalan A.A. Maramis, Kairagi - Mapanget dengan waktu tempuh 31 menit menggunakan kendaraan. (Edu)
Baca juga: GMIST Maranatha Tahuna Ibadah Paskah Subuh di Ruang Terbuka, Bupati Sangihe Michael Thungari Hadir