POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Masa libur panjang baru saja usai, namun jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur tidak lantas mengendorkan pengawasan.
Sebaliknya, kewaspadaan kini ditingkatkan menyusul adanya edaran dari kementerian dan pemerintah provinsi untuk mengantisipasi potensi penyebaran kasus campak, Sabtu (4/4/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Beltim, Supardi, mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalah menyiagakan seluruh tenaga kesehatan (nakes) di wilayah kerja masing-masing.
Fokus utama saat ini adalah mendeteksi dini setiap gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
"Kita di kabupaten dan puskesmas sama-sama mengantisipasi kasus campak ini. Jika ditemukan ada gejala yang menyerupai atau mengarah ke sana, harus segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Selain nakes, ujung tombak pengawasan juga bergantung pada petugas yang ada di setiap puskesmas. Mereka memiliki tugas khusus untuk memantau kondisi lapangan dan melaporkan setiap temuan kasus mencurigakan.
Supardi mengatakan pihaknya kini tengah membedah laporan cakupan imunisasi dari tahun 2024 hingga 2025. Data tersebut digunakan untuk memetakan wilayah mana saja yang memiliki cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang masih rendah.
"Wilayah yang cakupan imunisasinya kurang akan kami perketat pengawasannya. Sebab, campak ini memerlukan perlindungan komunitas. Kalau di satu wilayah perlindungannya kurang, risiko penyebaran luas akan jauh lebih besar," ucapnya.
Sejauh ini, Dinkes Beltim baru menerima laporan dua sampel anak yang menunjukkan gejala demam disertai ruam merah. Meski jumlahnya kecil, Supardi menegaskan bahwa setiap laporan anak demam dengan ruam akan langsung diambil sampelnya untuk uji laboratorium.
Terkait langkah imunisasi massal, pihak Dinkes Beltim mengaku masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
"Sampai sekarang kita masih menunggu apakah akan ada imunisasi booster massal. Namun, penekanan saat ini lebih kepada meningkatkan pengawasan penyakit di lapangan," ungkap Supardi.
Supardi menjelaskan bahwa sistem kesehatan di Belitung Timur sudah dalam posisi siap siaga. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar status aman dari wabah campak tetap terjaga.
Masyarakat pun diminta tetap tenang, namun di satu sisi tidak terlena. Dengan begitu, setiap potensi diharapkan dapat diredam sebelum meluas ke masyarakat umum.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)