Pemkot Yogya Gencarkan Sweeping Imunisasi Campak, Sasar Anak yang Tercecer Vaksinasi
Hari Susmayanti April 05, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta semakin memperketat pengawasan terhadap capaian imunisasi anak di wilayahnya.

Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi kenaikan kasus campak yang mulai muncul di sejumlah daerah di Indonesia beberapa waktu terakhir.

Bukan sekadar imbauan, petugas kesehatan pun melakukan tindakan jemput bola atau sweeping untuk menyisir anak-anak yang belum mendapat imunisasi Campak maupun Measles and Rubella (MR) secara lengkap.

​Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mengungkapkan, langkah edukasi dan penyisiran ini krusial untuk menutup celah penyebaran virus.

​"Kami melakukan edukasi dan sweeping. Bekerja sama dengan kader, menyisir anak-anak yang belum lengkap imunisasinya, untuk diberikan imunisasi campak," ungkapnya, Minggu (5/4/2026).

​Berdasarkan data terbaru, capaian imunisasi MR di Kota Yogyakarta pada tahun 2025 sebenarnya sudah tergolong tinggi, mencapai 96,63 persen. 

Namun, untuk dosis penguat atau booster (MR2), masih berada di 88,87 persen, sementara program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 tercatat sebesar 96,20 persen.

​Adanya selisih atau gap persentase tersebut ditengarai karena masih ada sebagian orang tua yang enggan membawa buah hatinya untuk divaksin.

Baca juga: Muscab PKB Kota Yogya Munculkan 2 Nama Calon Ketua, Targetkan 1 Fraksi di Pileg 2029

Ia menyebut, masyarakat yang enggan mengikuti imunisasi ini lokasinya menyebar dan tidak terkonsentrasi dalam satu komunitas tertentu, sehingga petugas harus lebih teliti dalam melakukan penyisiran.

"Jadi, memang dari tahun ke tahun itu ada saja yang belum sepaham. Sudah diupayakan Puskesmas melakukan promosi ke wilayah dan kader itu sudah sering mengimbau. Kita juga pernah menggandeng dari yang spesialis anak dan ahli di bidang agama, kita sandingkan dan pembekalan ke mana-mana," ucap Endang.

​Di sisi lain, stok vaksin campak di Kota Yogyakarta dipastikan aman dan tersedia secara gratis di seluruh Puskesmas yang tersebar di tingkat kemantren.

Selain melalui layanan rutin, Pemkot juga akan menggencarkan imunisasi MR bagi siswa kelas 1 SD pada bulan Agustus mendatang melalui program BIAS.

​Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, merinci, saat ini tercatat ada 7 kasus campak di wilayahnya. 

Ia pun menekankan pentingnya mencapai ambang batas herd immunity atau kekebalan kelompok sebesar 90 persen untuk melindungi mereka yang tidak bisa divaksin karena kondisi medis tertentu.

"Sudah 96 persen (capaian imunisasi campak). Sudah tinggi. Cuma masih ada gap (selisih) sekian persen. Yang kita khawatirkan jika seorang anak tidak diimunisasi bepergian ke daerah lain yang cakupan imunisasi di bawah 90 persen, bisa berisiko," tegasnya.

"Harapan kami herd immunity terbentuk, sehingga yang tidak bisa divaksin karena kondisi khusus, misalnya anak dengan cancer dan leukemia, yang tidak memungkinkan untuk divaksin, tetapi bisa terlindungi," imbuh Lana.

​Lebih lanjut, ia mengingatkan para orang tua, bahwa memberikan imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan pemenuhan hak bagi anak yang dilindungi oleh hukum.

Sehingga, bagi warga yang mendapati status imunisasi anaknya belum lengkap, Dinkes Kota Yogyakarta mengimbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Imunisasi ini ada di UU Perlindungan Anak. Jadi, jika ada orang tua, keluarga atau siapapun yang menghambat, atau melarang anak untuk mendapatkan imunisasi, itu sebenarnya bisa dituntut karena itu melanggar hak anak," pungkasnya. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.