Sosok Marbot Masjid Semparu yang Menabung Uang di Balik Pintu Triplek, Warga: Orang yang Jujur
Laelatunniam April 05, 2026 04:20 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Kisah keteladanan datang dari sosok marbot Masjid Babussalam Semparu, Muhammad Saleh, yang menjadi pembicaraan hangat karena kejujurannya.

Marbot yang dikenal sederhana ini diketahui menyisihkan uang rokoknya dan menyimpannya di sebuah tempat yang tak terduga, yakni di balik pintu triplek masjid.

Meski memiliki keterbatasan dalam hal literasi, sosok marbot ini dikenal masyarakat sebagai orang yang jujur.

Ketua Pembangunan Masjid Babussalam Semparu, TGH Lalu Muhdar Mukhtarullah, mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi sang marbot yang telah lama mengabdi di masjid tersebut.

“Beliau ini orangnya, mohon maaf, buta huruf dan sangat sulit untuk menulis, namun modal utamanya adalah kejujuran,” ucap TGH Lalu Muhdar Mukhtarullah, Minggu (5/4/2026).

Selain jujur, sang marbot juga dikenal sebagai pribadi yang sangat bertanggung jawab dan rapi dalam mengelola segala keperluan masjid.

Menurut TGH Lalu Muhdar, semua barang yang ada di masjid selalu ditempatkan pada posisi yang tepat sehingga memudahkan pengurus lainnya.

Kepercayaan pengurus terhadapnya pun sudah sangat mendalam, baik dalam urusan teknis maupun keuangan.

Penemuan uang di balik pintu triplek tersebut menjadi bukti nyata betapa jujurnya sang marbot.

TGH Lalu Muhdar menekankan bahwa jika saja sang marbot memiliki niat buruk, ia bisa saja mengambil uang tersebut tanpa diketahui orang lain.

Namun, sang marbot memilih untuk tetap teguh pada prinsipnya.

“Artinya, kalaupun beliau tidak bercerita, misalnya, anggap saja dia mengambilnya, tidak ada orang yang tahu. Nah, ini yang membuat kita sangat terharu dan bangga,” lanjut TGH Lalu Muhdar.

Selain marbot, apresiasi juga diberikan kepada kepala tukang yang bekerja dalam diam, namun memberikan kontribusi besar bagi pembangunan masjid.

Keduanya disebut sebagai sosok yang tidak banyak bicara, tetapi lebih banyak berpikir dan berbuat.

Warga lain, Lalu Muhammad Sudirman, menyebutkan kontribusi nyata marbot dan kepala tukang tersebut.

Ia mengatakan bahwa hasil pemikiran dan kerja keras mereka kini dapat dinikmati oleh jamaah dalam bentuk bangunan masjid yang megah.

Kisah ini diharapkan dapat menjadi oase di tengah krisis integritas saat ini. Sudirman berharap dedikasi dan kejujuran marbot tersebut dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas.

Baca juga: Cerita Marbot Masjid Tabung Uang di Balik Pintu Triplek, Terkumpul Rp 86 Juta

“Kami yakin ini luar biasa, mudah-mudahan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi yang lain,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.