Wadi Histeris Lihat Ibunya Bersimbah Darah di Depan TV, Ada Parang di Dekat Jasad
Noval Andriansyah April 05, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Siak - Pintu rumah itu tak juga terbuka sejak pagi. Lampu di dalam tetap menyala, tetapi tak ada satu pun suara dari penghuni rumah yang biasanya ramah menyapa tetangga.

Wadi, anak kandung sang nenek, sudah beberapa kali datang ke rumah tersebut. Ia bolak-balik sejak pagi hingga menjelang magrib, mencoba memastikan kondisi ibunya yang tak kunjung terlihat.

Rasa cemasnya makin menjadi ketika rumah masih terkunci dari dalam. Tidak ada jawaban saat ia memanggil, sementara suasana di sekitar rumah terasa begitu sunyi.

Kecurigaan itu akhirnya memuncak pada Kamis (2/4/2026) malam. Sekitar pukul 20.00 WIB, Wadi memberanikan diri membuka jendela dan masuk ke dalam rumah.

Namun langkahnya terhenti ketika tiba di ruang keluarga. Di depan televisi, ia mendapati ibunya sudah tergeletak bersimbah darah.

Baca juga: Sebelum Diduga Dibunuh Cucu, Nenek di Siak Sempat Kehilangan Rp40 Juta

Peristiwa pembunuhan terhadap seorang nenek itu terjadi di Kampung Suka Mulya SP 12, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. 

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Wadi sendiri saat masuk ke rumah.

Dikutip dari TribunPekanbaru.com, Kepala Dusun Suka Mulya, Atmam, mengatakan Wadi langsung histeris begitu melihat kondisi ibunya.

“Pas masuk lewat jendela, dia lihat korban sudah terkapar di ruang keluarga, depan TV. Spontan Pak Wadi ini histeris, teriak minta tolong,” ujar Atmam, Jumat (3/4/2026).

Teriakan tersebut membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Suasana yang sebelumnya sepi mendadak ramai oleh warga yang mencoba memastikan apa yang terjadi.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Dari lokasi kejadian, ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Di antaranya sebilah parang bergagang karet dengan bercak darah serta sebuah pisau dapur yang ditemukan dalam kondisi bersih.

“Yang ada bercak darah itu parang besar, sekitar 25 centimeter. Kalau pisau dapur, kondisinya bersih,” jelas Atmam.

Selain itu, keluarga juga mendapati sejumlah barang berharga milik korban telah hilang, seperti perhiasan dan uang tunai.

Berdasarkan kondisi jenazah, warga menduga korban telah meninggal dunia sekitar satu hari sebelum akhirnya ditemukan.

“Kalau kami perkirakan, kejadiannya itu sekitar satu hari sebelumnya, karena kondisi jenazah sudah mulai berbau,” kata Atmam.

Tragedi ini semakin membuat warga terpukul setelah diketahui pelaku diduga merupakan cucu korban sendiri.

Kasus tersebut kini ditangani pihak kepolisian, sementara warga Kampung Suka Mulya masih diliputi rasa duka dan tak percaya atas kejadian tragis itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.