AS Usir Keluarga Petinggi Militer Iran yang Menetap di Amerika
Desy Selviany April 05, 2026 08:35 PM

TRIBUNDEPOK-Amerika Serikat mencabut izin tinggal permanen warga Iran yang disebut masih satu keluarga dengan pimpinan militer Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengaku telah mencabut Green Card tokoh Iran Hamideh Soleimani Afshar dan putrinya sehingga tidak boleh lagi tinggal di negara tersebut. 

Green Card adalah dokumen resmi (Permanent Resident Card) yang memberikan izin kepada warga negara asing untuk tinggal dan bekerja secara permanen di Amerika Serikat.  

Pemegang kartu ini menikmati banyak hak seperti warga negara AS, namun tetap memegang kewarganegaraan asli mereka dan harus memperpanjang kartu setiap 10 tahun sekali. 

Di X resmi miliknya pada Sabtu (4/4/2026), Marco Rubio menjelaskan alasan pencabutan Green Card Hamideh Soleimani Afshar dan putrinya. 

Menurut Rubio, Hamideh Soleimani Afshar dan putrinya adalah pemegang kartu hijau yang hidup mewah di Amerika Serikat. 

Afshar adalah keponakan dari mendiang Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani.  

Di mana menurut Rubio, Asfhar juga seorang pendukung vokal rezim Iran yang merayakan serangan terhadap warga Amerika dan menyebut negara mereka sebagai "Setan Besar." 

Oleh karena itu Minggu ini, Kementerian Luar Negeri AS mencabut status hukum Afshar dan putrinya sebagai pemegang izin tinggal di AS. 

Sehingga menurut Rubio, saat ini mereka berada dalam tahanan ICE dan telah menunggu deportasi dari Amerika Serikat. 

Rubio memastikan pemerintahan Trump tidak akan membiarkan negara mereka menjadi rumah bagi warga asing yang mendukung rezim Iran. 

Baca juga: Bayi Ali Khamenei di Riau Jadi Sorotan Rakyat Iran

"Pemerintahan Trump tidak akan membiarkan negara kita menjadi rumah bagi warga negara asing yang mendukung rezim teroris anti-Amerika," 

Dari informasi yang dihimpun Afshar merupakan wanita 47 tahun yang juga influencer di AS. 

Afshar diberikan suaka pada tahun 2019 dan menerima kartu hijau dari pemerintahan di era Presiden Joe Biden memimpin pada tahun 2021. 

Sementara itu anak Afshar yang juga cucu keponakan Soleimani, Sarinasadat Hosseiny, 25 tahun, memasuki AS pada tahun 2015 dengan visa pelajar dan kemudian menjadi pemegang kartu hijau. 

Akun Instagram-nya yang kini telah dihapus menunjukkan dia sedang berpesta di Miami, menghabiskan waktu di Alaska, dan berpesta di Las Vegas, menurut New York Post.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.