Komdigi Akui Rating Game IGRS Buatan Pemerintah Belum Sepenuhnya Akurat
Adi Suhendi April 05, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Game Rating System (IGRS) kini sudah diterapkan di platform distribusi digital untuk game PC, Steam.

IGRS dibuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan dituang dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 11 Tahun 2016.

Pada 2025, di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkondigi), IGRS resmi diluncurkan ulang.

IGRS adalah sistem klasifikasi game berdasarkan konten dan kelompok usia resmi.

Namun, sistem IGRS dirasa bermasalah karena tidak punya parameter rating yang jelas.

Menanggapi itu, Komdigi melalui akun Instagram @gameratingid buka suara.

"Berdasarkan hasil pemantauan awal, tampilan rating IGRS pada beberapa game di Steam saat ini belum sepenuhnya mencerminkan rating resmi yang telah diverifikasi oleh IGRS," tulis Kemkomdigi, Minggu (5/4/2026).

Kemkomdigi menyebut tampilan rating IGRS di sejumlah game di platform distribusi digital Steam saat ini belum sepenuhnya akurat.

Kondisi tersebut terjadi karena sebagian informasi rating masih bersumber dari mekanisme internal platform yang berbasis self-declare dari pengembang game.

Sementara itu, proses verifikasi resmi oleh IGRS belum seluruhnya dilakukan.

Baca juga: Komdigi: Video PBB Resmikan IKN adalah Hoaks

Selain itu, Steam juga disebut masih berada dalam tahap penyesuaian sistem internal untuk mengakomodasi logika klasifikasi IGRS.

Termasuk proses integrasi teknis untuk pelaporan layanan.

“Di saat yang sama, IGRS dan Steam tengah membahas kerja sama formal sebagai dasar implementasi rating yang lebih akurat dan sesuai ketentuan di Indonesia,” tulis akun tersebut.

Kemkomdigi menilai informasi klasifikasi usia pada game harus ditampilkan secara tepat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu dinilai penting karena berkaitan langsung dengan perlindungan konsumen serta kepastian informasi bagi masyarakat, khususnya orang tua dan pengguna usia muda.

Karena itu, Kemkomdigi akan meminta klarifikasi resmi dari Steam dan melakukan pembahasan lebih lanjut.

Hal itu terkait dasar hukum implementasi rating, mekanisme pemantauan, prosedur penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian, serta tata cara pelaporan layanan IGRS di platform tersebut.

SAFEnet: IGRS Dulu Dianggap Langkah Awal yang Cukup Aman

Kepala Divisi Akses Internet Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Unggul Sagena menilai standar IGRS selama ini belum banyak menjadi sorotan mereka.

“Standar IGRS kita belum banyak fokus, ya. Kecuali dulu waktu diterapkan, ada komunitas yang turut mengadvokasi dan waktu itu menurut SAFEnet cukup ‘aman’," kata Unggul saat dikonfirmasi, Minggu.

Pasalnya, masih belum ada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak belum berlaku (PP TUNAS).

Selain itu, IGRS juga dipandang sebagai langkah awal yang cukup baik dalam mengatur klasifikasi usia pada game.

“Jika saat ini ternyata ada ketidaksesuaian, maka Komdigi perlu untuk menerima masukan dan diskusi lagi, terutama komunitas game," pungkas Unggul.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.