Anomali Cuaca di Kaltim, BMKG Samarinda Ungkap Fenomena Panas dan Perkiraan Musim Hujan
Rita Noor Shobah April 05, 2026 09:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kalimantan Timur tengah dilanda cuaca panas yang tidak biasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Samarinda mencatat adanya anomali cuaca yang perlu diwaspadai, terutama meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Anomali cuaca adalah kondisi atmosfer yang menyimpang dari pola normal, misalnya berkurangnya curah hujan di bulan yang biasanya basah.

Baca juga: Musim Hujan Sampai Kapan? BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncak Agustus

Prakirawan iklim BMKG Samarinda, Wiwik Indah Sari Aziz, menjelaskan bahwa fenomena panas ini bersifat sementara.

“Kalau ini sebenarnya gangguan saja, di minggu pertama April, perkiraannya di dasarian kedua atau di atas tanggal 10 sudah mulai terjadi hujan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Dasarian adalah istilah meteorologi untuk periode 10 hari dalam satu bulan yang digunakan untuk memantau pola iklim.

Meski demikian, Wiwik menekankan bahwa perubahan iklim telah menggeser pola curah hujan.

Bulan April yang biasanya identik dengan hujan lebat kini justru menunjukkan tren penurunan.

“Normalnya April itu hujannya tinggi, sekarang malah turun karena pengaruh perubahan iklim,” jelasnya.

BMKG mengidentifikasi ancaman utama berupa meningkatnya titik panas.

Baca juga: Baru Awal Kemarau, 77 Titik Panas Sudah Muncul di Kaltim

Titik panas (hotspot) adalah lokasi yang terdeteksi satelit memiliki suhu permukaan tinggi, biasanya indikasi awal kebakaran hutan atau lahan.

Dalam dua pekan terakhir, titik panas terpantau di seluruh kabupaten/kota Kaltim, dengan konsentrasi tertinggi di Samarinda dan Kutai Kartanegara.

BMKG rutin melaporkan sebaran titik panas kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan.

Wiwik mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

“Masyarakat diharapkan agar tetap waspada dan terus mengupdate informasi dari BMKG agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.