TRIBUNMANADO.CO.ID,MINAHASA- Dua makanan ini selalu ada saat pengucapan syukur di Sulawesi Utara.
Termasuk pengucapan syukur di Desa Kawatak Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu 5 April 2026.
Ya, dua makanan tersebut adalah nasi jaha dan dodol.
Baca juga: Gelar Pengucapan Syukur di Momen Paskah 2026, Warga Padati Desa Kawatak Minahasa
Dua makanan tersebut menjadi primadona.
Dimana momen ini juga bertepatan dengan perayaan Paskah, Minggu (5/4/2026).
Dua sajian ini yang paling dicari tamu yang datang berkunjung ke rumah-rumah warga.
Selain beragam hidangan utama, dodol dan nasi jaha selalu menjadi incaran karena hanya dibuat pada momen-momen tertentu.
Ada yang langsung dimakan, tak sedikit pula yang dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Warga setempat menyebut, pembuatan dodol tidak dilakukan setiap hari.
Hal itu karena prosesnya yang cukup panjang dan membutuhkan waktu serta tenaga.
Salah satu warga mengatakan, proses pembuatan dodol dimulai dari menyiapkan bahan seperti beras ketan, gula merah, dan santan yang kemudian dimasak dalam waktu lama sambil terus diaduk hingga mengental.
“Biasanya kami mulai masak dari pagi, bahkan ada yang dari malam sebelumnya. Harus terus diaduk supaya tidak gosong, sampai teksturnya jadi kental seperti dodol,” ujar salah satu warga saat diwawancara Tribun Manado.
Ia menambahkan, selain dodol, nasi ja juga menjadi sajian wajib untuk menjamu tamu.
Nasi jaha dimasak dengan santan dan bumbu khas, sehingga memiliki cita rasa gurih.
“Kalau nasi jaha itu dimasak pakai santan, jadi rasanya lebih gurih. Ini memang selalu disiapkan kalau pengucapan, karena tamu pasti cari,” katanya.
Selain dua menu tersebut, warga juga menyajikan berbagai hidangan lain, mulai dari makanan ekstrem khas Minahasa seperti paniki (kelelawar), ular, kodok, hingga tikus.
Sampai menu umum seperti daging babi, ayam, bebek, dan aneka ikan laut.
Masakan khas Minahasa seperti tinorangsak, olahan dalam bambu (bulu), pangi, pepes, dan menu tradisional lainnya turut meramaikan sajian.
Hampir setiap rumah terlihat ramai dan terbuka menerima tamu.
Tidak hanya yang diundang, warga juga kerap memanggil orang yang melintas di jalan untuk singgah dan menikmati hidangan.
Suasana keakraban pun sangat terasa dalam momen tersebut. (PET)