PLN Siapkan Pengembangan Listrik 24 Jam di Lingga, Ada 21 Titik Baru hingga 2027
Dewi Haryati April 05, 2026 09:24 PM

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Upaya meningkatkan layanan listrik 24 jam di wilayah pulau-pulau Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus dipersiapkan oleh PLN.

Sebanyak 21 titik baru kini masuk dalam rencana pengembangan jaringan listrik PLN di Lingga, dengan target realisasi dilakukan secara bertahap hingga tahun 2027.

Program tersebut mulai memasuki tahap awal pelaksanaan pada tahun 2026.

Dalam tahap awal ini, PLN memprioritaskan penyediaan listrik penuh untuk fasilitas pelayanan dasar masyarakat di tingkat desa, sebelum diperluas ke seluruh permukiman warga.

Manajer PLN ULP Dabo Singkep, Suheri, mengatakan prioritas awal difokuskan pada fasilitas vital seperti kantor desa, puskesmas, serta sarana pendidikan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama di wilayah kepulauan.

“Tahun ini kita fokus dulu di fasilitas tingkat desa seperti kantor desa, puskesmas, dan sektor pendidikan,” ujar Suheri, belum lama ini.

Ia menjelaskan, 21 titik yang masuk dalam program tersebut merupakan lokasi baru dalam rencana pengembangan jaringan listrik PLN di wilayah Lingga.

Pembangunan infrastruktur pendukung akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan teknis serta anggaran yang tersedia.

“Program ini akan berjalan secara bertahap sampai tahun 2027, menyesuaikan dengan kemampuan yang ada,” jelasnya.

Selain itu, PLN juga membuka peluang penambahan lokasi baru apabila terdapat pulau berpenghuni yang belum teraliri listrik secara maksimal.

Wilayah-wilayah tersebut akan dimasukkan dalam rencana pengembangan berikutnya.

“Kalau ada pulau yang dihuni masyarakat dan belum terlayani, tentu akan kita masukkan dalam perencanaan selanjutnya,” katanya.

Suheri menambahkan, pemerataan layanan listrik menjadi salah satu prinsip utama dalam program ini.

Ia menyebut beberapa desa sebelumnya telah lebih dahulu menikmati layanan listrik 24 jam sejak tahun 2025, di antaranya Desa Benan dan Desa Posek yang kini sudah merasakan manfaat program tersebut.

Menurutnya, penyediaan listrik selama 24 jam merupakan kebutuhan dasar masyarakat, namun realisasinya harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sistem kelistrikan di lapangan.

“Listrik 24 jam memang menjadi target, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kesiapan teknis dan kemampuan pendanaan,” tuturnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersabar karena proses pengembangan membutuhkan waktu.

PLN, lanjutnya, berkomitmen agar seluruh wilayah secara bertahap dapat menikmati layanan listrik penuh selama 24 jam.

“Kami pastikan semua wilayah nantinya akan mendapatkan layanan listrik 24 jam, hanya saja dilakukan sesuai tahapan yang sudah direncanakan,” tegasnya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.