SRIPOKU.COM - Militer Iran tidak terlalu pusing akan ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Orang nomor satu di Negeri Rumah Putih mengancam akan meledakkan fasilitas listrik di Iran pada Selasa (7/4/2025) jika Selat Hormuz tak kunjung dibuka.
Ancaman dilontarkan sang presiden pada Minggu (5/4/2026), mengutip axios.com.
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semua terbungkus dalam satu, di Iran," kata Trump di akun media sosial.
Ia melanjutkan, bakal menjadikan Iran tak ubahnya seperti neraka.
Baca juga: Taktik Murahan Terendus, Iran Curiga Negosiasi Trump Cuma Umpan untuk Pembunuhan Tokoh Penting
"Anda akan tinggal di neraka," tulis Trump jika Selat Hormuz tak kunjung dibuka.
Sementara itu, Ali Abdullahi Aliabdi yang merupakan salah satu jenderal di Iran menganggap Presiden Amerika Serikat itu saat ini gugup.
"Ancaman demi ancaman dari Trump merupakan tindakan tak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh," katanya dalam suatu permyataan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Sabtu (4/4/2026).
"Arti dari sederhana dari pesan ini adalah gerbang neraka akan terbuka untuk Anda," katanya, membalikkan ucapan Trump.