Bupati OKU Timur Jemput Program Sekolah Rakyat ke Kemensos, Peluang Pendidikan Gratis Makin Terbuka
Moch Krisna April 05, 2026 09:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Langkah proaktif ditempuh Pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk membuka akses pendidikan gratis bagi masyarakat. Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. langsung menyambangi Kementerian Sosial RI di Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026), mengusulkan pendirian Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Audiensi tersebut bukan sekadar kunjungan formal. Di hadapan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Bupati Lanosin membawa misi strategis yakni menghadirkan pendidikan gratis berbasis asrama bagi masyarakat rentan di OKU Timur.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto sebagai instrumen untuk menekan angka kemiskinan.

Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama dalam mengubah kondisi sosial masyarakat. Ia menilai daerah seperti OKU Timur memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari program tersebut, selama mampu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

“Sekolah Rakyat ini bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi membangun masa depan. Kita ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa beban biaya,” ujar Gus Ipul.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan daerah, terutama dalam penyediaan lahan minimal 7 hektare yang harus berstatus jelas, bebas sengketa, tidak berada di wilayah rawan bencana, serta memiliki akses yang mudah dijangkau.

“Kalau lahannya siap dan memenuhi syarat, proses berikutnya bisa kita percepat. Ini program strategis, jadi harus dipastikan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten OKU Timur. Ia menilai, keseriusan kepala daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program pusat di daerah.

Dalam kesempatan itu, Agus Jabo juga menyoroti potensi daerah yang dinilai mampu mendukung keberlanjutan program, khususnya di sektor pangan. Produk unggulan seperti beras organik dan telur bebek premium yang dibawa rombongan menjadi perhatian tersendiri.

“Ini menunjukkan bahwa OKU Timur punya kekuatan ekonomi lokal yang bisa dikembangkan. Kalau sektor pangan kuat, maka dukungan terhadap program seperti Sekolah Rakyat juga akan semakin optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi antara program pendidikan dan potensi ekonomi lokal menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Ia menegaskan, pihaknya siap memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat demi menghadirkan Sekolah Rakyat di OKU Timur.

“Kami melihat ini sebagai peluang besar. Tidak semua daerah bisa langsung mendapat kesempatan ini, sehingga kami ingin mempersiapkan semuanya dengan serius, terutama terkait lahan dan dukungan lainnya,” ungkapnya.

Lanosin juga menekankan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat akan memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi pembangunan daerah secara keseluruhan.

“Anak-anak kita nantinya tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga fasilitas lengkap, mulai dari asrama, makan bergizi, layanan kesehatan, hingga sarana belajar seperti laptop. Ini akan sangat membantu mereka untuk fokus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap program ini mampu menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di OKU Timur.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang gagal sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan harus menjadi hak yang benar-benar dirasakan oleh semua,” tegasnya.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu berbasis asrama. Para siswa akan mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari konsumsi harian, seragam, layanan kesehatan, hingga dukungan teknologi pembelajaran.

Jika terealisasi, program ini tidak hanya menjadi solusi pendidikan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Dari ruang audiensi di Jakarta, harapan itu kini mulai menemukan arah. Upaya jemput bola yang dilakukan Pemkab OKU Timur menjadi sinyal kuat bahwa akses pendidikan gratis bukan lagi sekadar wacana, melainkan target yang tengah diperjuangkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.