SURYA.co.id – Andi Gani Nena Wea menerima kunjungan istimewa dari keluarga Agista Saputri pada momen libur nasional, Jumat (3/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi penuh makna lantaran Agista dikenal sebagai anak berbakat dari keluarga sederhana.
Agista merupakan bocah berusia 10 tahun yang berasal dari keluarga pemulung di Ciledug, Tangerang. Namanya mulai dikenal publik setelah kisahnya viral karena kemampuan melukis yang mencuri perhatian.
Dengan kemampuan yang diasah secara mandiri, Agista mampu menghasilkan lukisan pemandangan seperti gunung, langit, hingga permainan gradasi warna yang terbilang tidak biasa untuk anak seusianya.
Menariknya, seluruh kemampuan tersebut diperoleh tanpa bimbingan mentor ataupun kursus menggambar.
Ia belajar secara otodidak dengan fasilitas yang sangat terbatas, bahkan tanpa meja gambar dan hanya menggunakan alat sederhana.
Kondisi ekonomi keluarga juga membuat Agista belum sempat mengenyam pendidikan formal.
Hal ini disebabkan kendala administrasi identitas orang tuanya yang belum selesai, sehingga proses pendaftaran sekolah tidak dapat dilakukan.
Di tengah keterbatasan tersebut, Agista tetap berusaha membantu keluarganya.
Ia menjual hasil lukisannya dengan harga Rp5.000 per lembar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Semangat dan ketekunan Agista inilah yang kemudian mengundang simpati banyak pihak, termasuk Andi Gani.
Andi Gani mengaku terharu saat bertemu langsung dengan Agista dan kedua orang tuanya.
Ia menilai semangat sang anak menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
"Saya sangat terharu melihat semangat Agista. Dalam keterbatasan, dia tetap berkarya dan membantu orang tuanya. Ini contoh bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah," kata Andi Gani, Sabtu (4/4/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Ia pun berharap Agista dapat meraih cita-citanya di masa depan, mengingat potensi dan semangat yang dimilikinya.
Sebagai bentuk kepedulian, Andi Gani bersama rekannya memberikan bantuan kepada keluarga Agista berupa dukungan untuk memulai usaha UMKM.
Tak hanya itu, ayah Agista juga direncanakan akan menerima bantuan sepeda motor agar dapat bekerja sebagai ojek online atau kurir.
"Saya yakin Agista bisa berhasil dan memiliki masa depan yang baik. Kita semua harus membantu anak-anak seperti Agista agar tetap bisa sekolah dan mengembangkan bakatnya," ujarnya.
Kisah Agista kini memasuki babak baru. Ia diketahui telah mulai bersekolah di Sekolah Rakyat di Serang, Banten.
Perjalanan hidup Agista menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan mimpi besar dapat tumbuh dari kondisi yang paling sederhana sekalipun.
Andi Gani Nena Wea merupakan salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di Indonesia yang dikenal luas sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Dalam perannya, ia aktif memperjuangkan hak-hak pekerja, mulai dari isu upah, jaminan sosial, hingga perlindungan tenaga kerja di tingkat nasional.
Selain kiprahnya di dunia serikat pekerja, Andi Gani juga pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Pembangunan Perumahan sebelum akhirnya mengundurkan diri.
Kariernya semakin luas ketika ia dipercaya menjadi penasihat atau staf khusus Kapolri Listyo Sigit Prabowo di bidang ketenagakerjaan, yang menunjukkan peran strategisnya dalam menjembatani kepentingan buruh dengan institusi negara.
Dalam ranah politik, Andi Gani dikenal memiliki kedekatan dengan Joko Widodo sejak awal karier politik Jokowi.
Namun, pada Pemilihan Presiden 2024, ia mengambil peran berbeda dengan mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan.
Secara keseluruhan, Andi Gani Nena Wea dikenal sebagai figur yang memadukan peran sebagai aktivis buruh, pejabat di lingkup negara, serta aktor politik, dengan pengaruh yang cukup besar dalam dinamika ketenagakerjaan dan perpolitikan Indonesia.