Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Detik-detik mencekam saat kapal nelayan karam di kawasan Pantai Ujung Pasir Putih, Kota Bengkulu, Minggu (5/4/2026), terungkap dari kesaksian korban selamat.
Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem itu menyisakan duka, setelah satu nelayan dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.
Korban selamat, Beri (62), warga Kelurahan Lempuing, menjadi saksi hidup dalam insiden kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu tersebut.
Ia berhasil menyelamatkan diri, sementara rekannya, Ujang Sidik (62), hingga kini belum ditemukan.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan aktivitas pencarian masih berlangsung hingga menjelang malam.
Tim SAR gabungan terus menyisir perairan dan pesisir, meski kondisi cuaca masih menjadi kendala.
Baca juga: Breaking News: Kapal Nelayan Karam di Pasir Putih Bengkulu, 1 Selamat 1 Masih Dicari
Kronologi Kapal Nelayan Karam
Peristiwa kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat itu, hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan pesisir, menyebabkan gelombang laut meningkat.
Perahu nelayan yang ditumpangi kedua korban diduga tidak mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem tersebut.
Kapal sempat kemasukan air sebelum akhirnya karam dan menenggelamkan keduanya.
Insiden kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu berlangsung begitu cepat, sehingga kedua nelayan tidak sempat menyelamatkan diri secara maksimal.
Kesaksian Korban Selamat
Dalam kondisi masih syok, Beri menceritakan bagaimana peristiwa kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu terjadi.
Ia menyebut kapal yang mereka gunakan mulai bermasalah saat dihantam ombak besar.
“Kapal kami sempat kemasukan air. Setelah kapal karam, masih ada suara dia minta tolong. Saya sempat menolongnya, tapi akhirnya terlepas,” ungkap Beri dengan suara lirih.
Menurutnya, saat itu ia berusaha sekuat tenaga menyelamatkan rekannya.
Namun, kuatnya arus dan gelombang membuat upaya tersebut tidak berhasil.
Kesaksian korban selamat ini menggambarkan betapa dramatisnya peristiwa kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu, di mana keselamatan nyawa sangat bergantung pada kondisi alam yang tidak dapat diprediksi.
Satu Korban Masih Hilang
Dalam insiden kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu, Beri berhasil berenang ke tepi pantai dan selamat.
Sementara itu, Ujang Sidik diduga tenggelam dan hingga kini masih dalam pencarian.
Kehilangan kontak dengan korban terjadi tidak lama setelah kapal karam.
Sejak saat itu, tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian.
Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Made Ardana, mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu.
“Begitu laporan masuk, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur terkait,” ujar Made Ardana.
Operasi pencarian melibatkan BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, relawan, serta masyarakat setempat.
Proses pencarian juga dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni PL Tobing.
Hingga pukul 18.30 WIB, tim masih terus melakukan penyisiran di area perairan dan pesisir tempat korban terakhir terlihat.
Cuaca Ekstrem Jadi Kendala
Proses pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu terkendala kondisi cuaca.
Hujan deras yang disertai angin kencang membuat gelombang laut masih tinggi dan jarak pandang terbatas.
“Cuaca menjadi kendala utama, namun tim tetap berupaya maksimal dalam pencarian,” jelas Made.
Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melanjutkan operasi dengan penuh kehati-hatian demi keselamatan seluruh personel di lapangan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini