30 Ribu Penduduk Non Permanen Lapor Diri, Disdukcapil Denpasar Sidak & Pendataan Libatkan Desa Lurah
Anak Agung Seri Kusniarti April 05, 2026 10:03 PM

TRIBUN-BALI.COM – Pasca-Lebaran, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar menggelar sidak penduduk non permanen. Sidak ini bekerjasama dengan stakeholder terkait termasuk dengan desa atau lurah. 

Pelaksanaan sidak dan pendataan ini dilakukan agar warga non permanen tertib administrasi dan menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Dari data Disdukcapil, pada 2025 lalu, di Denpasar ada 30 ribu penduduk non permanen yang melakukan lapor diri. 

Kepala Disdukcapil Kota Denpasar I Dewa Gde Juli Artabrata mengatakan, jumlah tersebut belum termasuk penduduk yang tinggal dan belum melaporkan diri. 

"Jadi dari 30 ribu penduduk pendatang yang melapor tersebut kemungkinan jumlahnya masih lebih banyak penduduk yang tinggal di Denpasar namun KTP luar," katanya. 

Baca juga: WASPADA Terseret Ombak, Sehari 2 Kejadian, 1 Selamat di Pantai Cucukan, 1 Masih Hilang di Purnama

Baca juga: DUEL Berdarah Berujung Penusukan Akibat Selang Kompor Gas di Buleleng Berakhir Damai

Diakuinya tidak semua pendudukan mendaftarkan dirinya ke desa/kelurahan tempat dia tinggal sebagai penduduk non permanen. Seperti halnya pegawai yang bertugas dan tinggal di Denpasar namun belum mendaftarkan diri. 

Oleh karena itu, pihaknya melakukan pendataan duktang secara rutin. Termasuk pendataan di pintu-pintu masuk Kota Denpasar, seperti Pelabuhan Benoa. 

Untuk pendataan ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan kecamatan hingga desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan di wilayah masing-masing. 

"Itu lebih memastikan jumlah duktang di masing-masing wilayah. Kalau di Benoa kan kita hanya mencatat berapa penumpang turun saja, tidak tahu pasti arah mereka kemana," katanya. 

Sementara itu, untuk tahun 2026 ini, Dewa Juli mengatakan masih menunggu laporan duktang pasca-hari raya dari desa dan kelurahan. Untuk jumlah penduduk di Denpasar, pada semester I 2025 tercatat sebanyak 676 ribu jiwa dan semester II tercatat ada 680 ribu jiwa. 

"Jumlah ini bertambah seiring adanya kelahiran ataupun pernikahan," katanya. (sup)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.