TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Starpad.SMKS dari SMKS Panca Budi Medan bersama Z-One Dance Company dari Universitas Negeri Medan berhasil meraih kemenangan dalam iForte National Dance Competition Diri yang digelar di Medan.
Starpad.SMKS dari SMKS Panca Budi Medan berhasil meraih juara pertama pada kategori sekolah.
Sementara itu, Z-One Dance Company dari Universitas Negeri Medan keluar sebagai pemenang pertama untuk kategori universitas.
Perwakilan Starpad.SMKS, Fahri, mengatakan, persiapan untuk mengikuti kompetisi tersebut dilakukan selama tiga bulan.
Dalam penampilannya, tim ini mengusung konsep tarian bertema musibah banjir yang melanda Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu.
“Koreo bebas kami mengambil tema tentang banjir di Sumut. Lewat tarian ini, kami ingin menunjukkan dampak penebangan pohon yang menyebabkan banjir. Sekitar satu bulan kami mematangkan konsep hingga bisa ditampilkan,” ujar Fahri perwakilan Starpad.SMKS.
Baca juga: Puluhan Tim Tampil Memukau, Ini Daftar Best Five Azarine DBL Dance Sumut 2025-2026
Ia menambahkan, kompetisi ini bukan yang pertama bagi tim Starpad.SMKS, karena sebelumnya mereka juga telah mengikuti berbagai ajang serupa.
Di kategori universitas, Z-One Dance Company juga tampil memukau hingga meraih posisi juara pertama.
Tim yang terdiri dari lima orang, yakni Febrian, Tommy, Radit, Widi, dan Iqbal, menjalani latihan intensif selama kurang lebih lima bulan. Salah satu anggota tim menyebutkan, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka.
Para anggota berasal dari latar belakang fakultas dan angkatan yang berbeda, mulai dari pendidikan tari hingga seni pertunjukan. Dalam kompetisi ini, Z-One Dance Company membawakan dua tema tarian.
Tarian pertama mengangkat tema inspirasi diri yang menonjolkan nilai tolong-menolong dan kebersamaan. Sementara tarian kedua terinspirasi dari kisah Raja Manggale dalam budaya Batak Toba, yakni legenda Sigale-gale.
“Ide tarian berasal dari dosen pembimbing, dan kami mengembangkannya bersama melalui latihan. Ke depan, kami akan terus berlatih dan berproses agar bisa membanggakan kampus dan masyarakat Sumatera Utara,” ujar Febrian perwakilan tim.
Medan menjadi kota kesepuluh dalam rangkaian babak kurasi offline iForte National Dance Competition Inspirasi Diri yang digelar di 13 kota di Indonesia.
Head of Campaign & Communication iForte, Albertus Eko Wardoyo, mengatakan, setiap tim yang tampil diberikan kesempatan membawakan dua tarian dengan koreografi kreasi masing-masing, yakni menggunakan lagu ‘Inspirasi Diri’ dan satu lagu bebas.
“Di sini, setiap tim mendapatkan kesempatan untuk menampilkan dua tarian dengan koreografi kreasi mereka, yaitu lagu Inspirasi Diri dan lagu bebas,” ujarnya.
Sebanyak 17 grup semifinalis terpilih tampil dalam tahap ini, terdiri dari 9 tim tingkat SMA/SMK dan 8 tim dari perguruan tinggi.
Para peserta tidak hanya berasal dari Kota Medan, tetapi juga mewakili berbagai daerah di Sumatera Utara, seperti Kabupaten Asahan, Deliserdang, dan wilayah lainnya.
Dalam rangka melestarikan budaya Nusantara, seluruh peserta dan pendukung juga mengenakan busana yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Juara pertama dari masing-masing kategori akan mewakili Medan pada babak grand final yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April mendatang.
Mereka akan bersaing dengan perwakilan dari 12 regional lainnya untuk memperebutkan gelar juara nasional iForte National Dance Competition ‘Inspirasi Diri’ 2026.
Junjung Sportivitas
Head of Event & Activation iForte, Moh Arif Yoansyah, menyebut, kompetisi iForte National Dance Competition Diri menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menjunjung sportivitas melalui seni tari.
“Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi generasi muda berbakat untuk menunjukkan kreativitas seni dan sportivitas mereka melalui tarian yang memadukan lagu pop dengan kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.
Kompetisi ini telah dibuka sejak 16 Oktober 2025 dan menjangkau 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Setiap regional nantinya akan menghasilkan tiga pemenang, di mana juara pertama berhak melaju ke babak grand final di Jakarta.
Ajang ini menggunakan lagu tema ‘Inspirasi Diri’, yang merupakan kolaborasi iForte dan Protelindo Group bersama sejumlah musisi ternama, seperti Eross Candra dan Yura Yunita, serta melibatkan berbagai seniman lainnya.
Lagu tersebut menggabungkan musik pop dengan sentuhan unsur tradisional, termasuk senandung bahasa Toraja dan chanting Indonesia, serta diperkaya dengan 11 alat musik tradisional dari berbagai daerah seperti Papua, Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Bengkulu.