Bupati Womaki Stop Bansos Konsumtif Demi Mendorong Rakyat Paniai Jadi Produsen
Marius Frisson Yewun April 05, 2026 10:27 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, PANIAI - Bupati Paniai, Provinsi Papua Tengah, Yampit Nawipa mengunjungi para petani di Kampung Obaiyepa, Distrik Paniai Timur pekan kemarin.

Kedatangan bupati yang akrab disapa Womaki ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan bentuk verifikasi faktual terhadap produktivitas petani lokal di tingkat akar rumput.

Pasalnya, Pemkab Paniai kini menerapkan standar baru dalam penyaluran bantuan pemberdayaan, yakni memprioritaskan warga yang telah memulai usaha secara mandiri.

Baca juga: 5 Dari 8 Warga Sipil Tewas Tertembak, Mahasiswa Dogiyai Desak Menteri Natalius Pigai Usut Tuntas

Strategi pembangunan Paniai di bawah kepemimpinan Yampit Nawipa kini berfokus pada transformasi ekonomi kampung menjadi pusat produksi.

Bupati yang akrab disapa Womaki ini menginginkan setiap wilayah memiliki keunggulan komoditas yang spesifik.

Visi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perputaran ekonomi, tetapi menjadi aktor utama yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan untuk pemenuhan kebutuhan hidup keluarga.

"Saya sudah sampaikan bahwa saya mau setiap kampung harus ada kolam ikan, petani buah-buahan, petani kopi, peternak ayam, peternak babi, dan pemanfaatan potensi wisata," tegas Yampit kepada Tribun-Papua.com.

Baca juga: PS Nafri Dukung Abisai Rollo Gantikan Benhur Tomi Mano di PSSI Papua

Kunjungan ke Kampung Obaiyepa ini merupakan respons langsung terhadap permohonan bantuan yang diajukan oleh kelompok tani setempat melalui saluran komunikasi pribadi bupati.

Yampit menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyalurkan bantuan hanya berdasarkan proposal di atas kertas tanpa bukti fisik di lapangan.

Ia memilih untuk terjun langsung memastikan lahan telah siap dan bibit telah tertanam sebelum pemerintah mengintervensi dengan dukungan modal atau peralatan.

"Di Kampung Obaiyepa ini, petani buah nanas dan kopi selalu menelepon saya dan mengatakan telah menanam, sehingga membutuhkan bantuan. Hari ini saya langsung turun cek, dan ternyata benar," ucap Yampit.

Baca juga: Pantang Terlena Usai Hajar Persiba, Rahmad Darmawan Siapkan Kejutan di 4 Laga Sisa Persipura

Ketegasan bupati ini diambil untuk memutus rantai ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial yang bersifat konsumtif tanpa adanya keberlanjutan usaha.

Pemkab Paniai berkomitmen untuk memfasilitasi setiap inisiatif warga yang sejalan dengan potensi alam di masing-masing distrik.

"Kita berharap pola kerja sama antara pemerintah dan masyarakat bisa mempercepat kemandirian ekonomi daerah secara merata," harap Yampit.

Ia mengajak seluruh warga Kabupaten Paniai untuk mulai mengolah lahan tidurnya menjadi sumber penghasilan.

Baca juga: Drama VAR Bungkam Persiba, Leonard Tupamahu Sebut Kemenangan Persipura Aneh

Baginya, bantuan pemerintah bersifat stimulus untuk memperbesar skala usaha yang sudah berjalan, bukan sebagai modal awal bagi warga yang belum memulai tindakan apa pun.

"Harus kerja dulu, baru pemerintah bantu," tandas Yampit.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.