Warga Geger Dengar Suara Teriakan Minta Tolong Saat Dini Hari, Damkar Turun Tangan
Noval Andriansyah April 05, 2026 10:37 PM

Tribunlampung.co.id, Salatiga - Warga yang melintas di sekitar alun-alun Lapangan Pancasila, Kota Salatiga, Jawa Tengah, dibuat heboh atas suara teriakan minta tolong saat dini hari.

Suara yang awalnya terdengar samar tersebut lama kelamaan menjadi terdengar kencang. Warga pun menelusuri asal suara.

Betapa terkejutnya warga ketika menemukan sumber suara teriakan minta tolong tersebut berasal dari area taman.

Seorang juru parkir (jukir), yang diketahui bernama Iwan, warga Kemiri, Kota Salatiga, ditemukan dalam kondisi terjepit kursi taman.

Insiden itu terjadi pada Minggu (5/4/2026), sekitar pukul 02.30 WIB.

Baca juga: Oknum Dosen Terekam CCTV Melecehkan Wanita di Minimarket, Korban Teriak Minta Tolong

Warga pun segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Salatiga, untuk membantu Iwan lepas dari jerat kursi taman tersebut.

Dikutip dari TribunJateng.com, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, mengatakan laporan masuk sekitar pukul 02.30 WIB dari dua pemuda yang melintas di lokasi kejadian.

“Dua pemuda yang melintas mendengar korban meminta tolong, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mako Damkar,” ujar Ponco.

Petugas yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 02.59 WIB.

Setibanya di lokasi, tim mendapati korban dalam kondisi terjepit pada bagian kursi taman dan tidak dapat melepaskan diri.

Ponco menjelaskan, peristiwa bermula saat korban datang ke kawasan alun-alun pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Setelah seharian bekerja sebagai juru parkir, korban berniat beristirahat.

Karena kelelahan, korban kemudian tertidur di kursi taman.

Namun saat terbangun beberapa jam kemudian, tubuhnya sudah berada dalam posisi terjepit dan sulit digerakkan.

“Korban sempat berusaha melepaskan diri, namun tidak berhasil hingga mengalami luka di bagian pinggang dan perut,” jelasnya.

Dalam kondisi kesakitan, korban akhirnya meminta pertolongan hingga suaranya didengar oleh warga yang melintas di sekitar lokasi.

Proses evakuasi pun tidak berjalan mudah.

Petugas Damkar harus menggunakan alat gerinda untuk memotong bagian kursi taman guna membebaskan tubuh korban.

Selain itu, keterbatasan peralatan di lapangan membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama dan harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari cedera tambahan.

Setelah hampir satu jam penanganan, korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.45 WIB dalam kondisi selamat.

“Proses evakuasi cukup memakan waktu karena kondisi di lapangan, namun korban berhasil diselamatkan,” kata Ponco.

Usai dievakuasi, korban langsung mendapatkan penanganan awal atas luka yang dialaminya. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beristirahat di fasilitas umum, terutama pada kondisi tubuh yang lelah, guna menghindari risiko kecelakaan serupa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.