BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nama Rino Arif Bakhtiar kini tinggal kenangan. Siswa SMPIT Insan Harapan Batam itu menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di kawasan Barelang, Minggu (5/4/2026) pagi.
Motor Honda Beat putih yang ditumpangi Rino bersama dua rekannya mengalami kecelakaan di Jalan Trans Barelang, Sijantung, Galang, Kota Batam.
Sepeda motor yang mereka kendarai diduga menabrak tiang listrik di tepi jalan.
Benturan keras membuat ketiga pelajar yang berboncengan satu motor itu terpental dari kendaraan.
Sementara sepeda motor mereka terlempar cukup jauh dari tiang listrik tersebut.
Sekira pukul 17.30 WIB, Minggu sore, sirine mobil jenazah memecah keheningan.
Ambulans itu mengangkut jenazah siswa kelas delapan SMP itu ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Batam.
Ratusan pelayat turut mengantarkan anak ke tiga dari tiga bersaudara ini ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Saat jenazah mulai dimasukkan ke liang lahat, isak tangis terdengar lirih di antara para pelayat.
Di antara kerumunan, seorang perempuan berkerudung hitam yang merupakan ibu korban hanya menatap dengan wajah penuh kesedihan dari kejauhan.
Dari dalam liang lahat, suara azan dan iqamah terdengar bergetar dilantunkan seorang pria paruh baya berpeci krem.
Sejumlah teman sekolah Rino yang hadir di pemakaman pun tak kuasa menahan air mata.
Keysa, teman Rino mengatakan, semasa sekolah korban dikenal sebagai sosok yang ramah.
"Dia ceria orangnya, bukan anak yang pendiam. Meski suka becandain kayak usilin kita, tapi dia orangnya baik," ujar Keysa di lokasi pemakaman.
Ia mengatakan dirinya sudah mengenal Rino sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
Menurutnya, Rino juga dikenal tidak pernah memilih-milih teman.
"Kalau di sekolah dulu ya semua temenan. Nggak pernah pilih-pilih gitu," ujarnya.
Keysa mengaku terkejut saat pertama kali mendengar kabar Rino mengalami kecelakaan.
"Kaget, awalnya nggak percaya. Aku tanya ke temen-temen lain ada yang tahu, ada yang enggak. Lalu kami datang ke rumah duka, ternyata benar," ungkapnya.
Di tengah kesedihan itu, doa menjadi satu-satunya pengantar bagi Rino.
Sahabat, keluarga, dan warga yang hadir perlahan meninggalkan TPU Sei Temiang.
Namun bagi mereka yang mengenalnya, sosok Rino yang ceria akan selalu diingat. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)