TRIBUNMANADO.CO.ID- Umat Kristen di seluruh dunia merayakan hari kemerdekaan.
Merdeka dari perbuatan dosa yang mengikat.
Lantaran Tuhan Yesus sudah bangkit dan menang atas maut.
Baca juga: Renungan Paskah Yohanes 20:1-10, Melihat dan Percaya
Berikut renungan harian Kristen Yesus Bangkit, Soraklah, Haleluyah
Bacaan Alkitab dalam Matius 28:1.
Glori haleluyah.
Yesus sudah bangkit maut dikalahkan, kita telah menang.
Selamat Paskah, selamat bersukacita atas Kebangkitan Kristus.
Dosa kita ditebus, kita diselamatkan, hidup kita diberkati.
Segala hormat, kemuliaan dan pengagungan, patut kita naikkan dan persembahkan kepada Yesus.
Sungguh benar, Dia adalah Mesias, Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat kita yang beriman kepada-Nya.
Dia telah bangkit dari kubur dan dari antara orang mati.
Sungguh, Dialah Tuhan yang sejati.
Di luar Dia tidak ada.
Tak ada manusia yang sehebat Dia.
Ya, karena Dia bukan hanya sosok manusia saja, tetapi tetapi Dia adalah Tuhan, tetapi yang merendahkan diri menjadi manusia, yang kemudian rela menderita sengsara, disiksa, dianiaya secara brutal, diludahi, ditinju, dipukul dengan buluh di kepala-Nya, di pukul dengan buluh di kepala-Nya, dicambuk, ditikam dengan tombak, dipaku dan digantung hingga mati di atas Kayu Salib.
Semua karena cinta kasih-Nya yang tak terbatas untuk umat manusia yang percaya pada-Nya.
Setelah mati dan dikuburkan, pada hari ketiga Dia bangkkit dan membawa kemenangan kepada semua orang percaya.
Itu terjadi pagi-pagi benar, sehari setelah perayaan Paskah umat Israel.
Dan yang sungguh heran, yang menyaksikan pertama tentang Kebangkitan Yesus adalah perempuan.
Mereka adalah Maria Magdalena dan Maria yang lain.
Padahal, ketika itu peran perempuan tidak dianggap.
Laki-laki sangat dominan, sedangkan perempuan dianggap kaum lemah dan tidak bisa menjadi pemimpin bahkan kesaksian-Nya diragukan.
Namun, Tuhan punya cara tersendiri.
Dia memakai perempuan sebagai saksi dan pembawa Kabar Baik pertama bagi umat manusia.
Menjelang fajar menyingsing atau pagi-pagi benar itu, Maria Magdalena dan Maria yang lain, bermaksud hendak meminyaki atau merempahi mayat Yesus di kubur.
Sebab demikianlah kebiasaan di Israel ketika itu.
Dan yang bertugas merempahi mayat adalah perempuan.
Karena itu, mereka pergi ke kubur.
Ini mereka lakukan sebagai cinta kasih mereka yang tulus kepada Yesus.
Mereka jugalah yang terus menemani dan mendampingi Yesus di jalan Viadolorosa, sampai ketika Dia mati tersalib dan dikuburkan di pekuburan Yusuf Arimatea.
Kesetiaan mereka itulah membuat mereka Tuhan pakai sebagai misionaris.
Bukan para murid atau rasul-rasul, namun para perempuan.
Allah mengasihi orang yang mengasihi Dia dengan Tulus.
Ganjaran bagi orang tulus hati adalah kasih sayang Kristus yang tak terhingga dalam hidupnya.
Peristiwa Kebangkitan Kristus telah menjadikan hidup kita menikmati kemenangan lebih dari pemenang.
Karena kita sudah diselamatkan, diberkati di dunia, tetapi juga menikmati kehidupan bahagia kekal bersama-Nya.
Itu jaminan bagi setiap orang yang hidup percaya kepada Yesus, setia dan taat kepada-Nya.
Barangsiapa yang percaya pada Yesus, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Jadi percaya pada Yesus dan melakukan kehendak-Nya berarti hidup bahagia kekal, di luar Yesus pasti binasa.
Demikian firman Tuhan Hari ini.
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. (ay 1)
Sahabat Kristus, hari ini kita bersama seluruh umat Kristen di seluruh dunia bersukacita.
Sebab kita memperingati hari ini sebagai hari kemenangan.
Kita yang harusnya dihukum dan binasa karena segala dosa dan pelanggaran kita, ditebus oleh pengorbanan Kristus di atas Kayu Salib.
Dia rela mati untuk menyelamatkan kita.
Tetapi Dia telah bangkit dan menang menjamin kehidupan kita di dunia dan setelah akhir kehidupan di dunia yang fana ini.
Karena itu, kerjakanlah keselamatan yang Tuhan anugerahkan dengan pengorbanan darah-Nya ini dengan hidup dalam pertobatan, menjauhi dosa dan melakukan firman Tuhan.
Hiduplah dalam kasih, setia dan taat pada Tuhan sesuai dengan apa yang sudah Yesus ajarkan kepada kita, sehingga kita menyenangkan hati-Nya dan diberkati-Nya dalam segala hal.
Selamat Paskah, Kristus sudah bangkit. Soraklah haleluyah. Amin