TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Senin 6 April 2026.
Tema renungan Katolik hari ini “Pergi ke Galilea”
Renungan katolik hari ini untuk hari Senin dalam Oktaf Paskah, Santo Selestinus, Paus dan Pengaku Iman, Santa Kresensia Hoess, Pengaku Iman, Santo Notker "Penggagap", Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 6 April 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Selasa 7 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."
Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem,
ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini.
Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtanya.
Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 16:1-2a.5.7.8.9-10.11
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku."
Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Bait Pengantar Injil Mzm 118:24
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil Matius 28:8-15
Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka, “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
Dan sesudah berunding dengan kaum tua-tua, mereka mengambil keputusan, lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam dan mencuri jenazah-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Pergi ke Galilea”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Oktaf Paskah mengajak kita menyadari bahwa kabar kebangkitan tidak berhenti pada peristiwa “hari itu”, tetapi terus menuntun langkah hidup kita. Injil hari ini menampilkan murid-murid yang datang dari pengalaman takut, lalu akhirnya menerima kabar: kebangkitan itu nyata. Dan tema “Pergi ke Galilea” mengarahkan kita pada satu hal: iman tidak hanya tinggal dalam emosi, tetapi bergerak—menuju tempat yang Tuhan tentukan, menuju kehidupan harian yang baru.
Saudara-saudari terkasih.
Perikop bacaan ini (Kis 2:14,22-32) berkisah tentang Petrus berkhotbah bahwa Yesus yang mereka salibkan justru dibangkitkan Allah. Ia menunjukkan bahwa kebangkitan bukan rumor, melainkan janji Allah yang digenapi. Paskah menjadi dasar pengharapan dan seruan untuk percaya. Dalam Injil (Mat 28:8-15), berkisah tentang para perempuan yang pergi membawa kabar tentang kebangkitan. Namun kemudian muncul fitnah: kabar itu dibantah lewat cara-cara yang menekan kebenaran. Ini menegaskan bahwa iman yang benar sering berhadapan dengan penyangkalan dan kebingungan, tetapi kebenaran kebangkitan tetap berjalan. Maka refleksi kita adalah “Pergi” berarti iman yang aktif”: permenungan kita ‘Apa yang membuat kita cenderung menunda kesaksian—takut ditolak, merasa belum siap, atau terlalu sibuk dengan rutinitas? Hari ini Tuhan memanggil untuk bergerak. “Galilea”: Galilea bukan sekadar lokasi geografis, tetapi simbol hidup sehari-hari. Permenungan kita adalah di “Galilea” kita—keluarga, kerja, sekolah, lingkungan—bagaimana kebangkitan bisa terlihat lewat sikap, kata-kata, dan pilihan kita? “Kabar Paskah menghadapi penyangkalan”: permenungan kita ‘saat iman kita diganggu oleh opini, tekanan, atau gosip, apakah kita memilih diam karena nyaman, atau tetap setia karena percaya pada Kristus?
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, paskah mengajak kita keluar dari ketakutan dan kembali mengikuti Tuhan. Kedua, “Pergi ke Galilea” berarti kembali pada hidup nyata, tetapi dengan hati yang sudah diperbarui oleh kebangkitan. Ketiga, mari kita mohon rahmat agar kita berani bersaksi dan tetap setia, meski kebenaran tidak selalu mudah dipahami. Tuhan Yesus yang bangkit, tuntunlah kami untuk pergi dan hidup dalam iman. Tuhan memberkati kita semua. (Sumber the Katolik.com/kgg).