TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ahli digital forensik, Rismon Sianipar, dan ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, kini terlihat akur setelah sempat hampir baku hantam karena berdebat soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Bahkan, Rismon Sianipar dan Andi Azwan tampak duduk bersama sembari membicarakan bohir atau penyokong dana di balik isu ijazah palsu Jokowi.
Dulu, Rismon Sianipar sangat bersikeras meyakini bahwa ijazah Jokowi palsu.
Namun, belakangan ia menarik ucapannya tersebut dan menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli.
Rismon mengaku sudah memberi pesan kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk mengusut penyokong dana di balik kasus ijazah Jokowi.
"Saya sudah jelaskan kepada penyidik kalau mau menyelesaikan kasus ini, selesaikan pendananya. Selesaikan aktor otak di belakangnya," kata Rismon Sianipar saat berbincang dengan Andi Azwan, dikutip dari kanal YouTube Catatan Andi Azwan, Minggu (5/4/2026).
"Catatan Andi Azwan benar ya, ada bohir (penyokong dana di balik isu ijazah palsu Jokowi)," ucap Andi Azwan.
Rismon menyoroti para pengacara Roy Suryo cs yang diduga diperintah oleh aktor di balik isu ijazah palsu Jokowi.
"'Oh, maaf Bang, saya disuruh AS.'," ujar Rismon menirukan ucapan salah satu kuasa hukum Roy Suryo.
"Kejam enggak itu?" imbuhnya.
Rismon Sianipar juga telah mengutarakan hal tersebut kepada penyidik Polda Metro Jaya yang menangani kasus ijazah Jokowi.
"Kepada penyidik saya bilang ada enam poin. Salah satunya adalah saya merasa dieksploitasi menjadi free political tool yang anytime bisa disposable, dibuang kapan saja, dipenjarain kapan saja," kata Rismon.