Media Iran Roasting Misi Penyelamatan Pilot Jet F-15: Didramatisasi Bergaya Seperti Hollywood
Januar April 06, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Selain perang militer, Iran dan Amerika Serikat juga terlibat perang urat saraf.

Itu terlihat saat media Iran me-roasting misi penyelamatan pilot Jet F-15 Amerika Serikat.

Dilansir dari Tribunnews, media Iran Tasnim News menyindir Amerika Serikat (AS) dan media AS pada umumnya yang menarasikan upaya penyelamatan salah satu awak pesawat F-15E yang ditembak jatuh Iran.

"Narasi Amerika tentang penyelamatan anggota kru jet tempur AS yang jatuh sangat diragukan dan tampaknya agak bergaya Hollywood," demikian Tasnim News memulai ulasannya seperti dikutip pada Senin (6/4/2026).

Media yang berafiliasi dengan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) ini heran bagaimana mungkin semudah itu operasi penyelamatan dilakukan dengan waktu yang sempit dan medan yang tidak mudah apalagi hanya menggunakan helikopter.

Baca juga: Donald Trump Dikabarkan Masuk Rumah Sakit, Isyarat Amerika Bakal Kalah Perang Lawan Iran?

Padahal jet tempur AS supercanggih saja bisa ditembak Iran, bagaimana bisa helikopter-helikopter dinarasikan bisa terbang bebas di atas Iran?

"Skenario AS ini secara logis memerlukan pemeriksaan yang lebih detail dan dokumentasi yang lebih lengkap."

Poin penting lain yang telah diangkat di media Amerika dan menambah ambiguitas adalah kondisi pilot ini. 

Media itu menulis dikatakan bahwa sang pilot mengalami cedera serius dan kemungkinan untuk selamat sangat rendah. 

Padahal, belum ada gambar atau dokumen yang jelas yang dipublikasikan tentang pilot pertama yang diduga diselamatkan dan ada keraguan serius tentang nasibnya.

Media itu juga menulis soal pertanyaan lain juga muncul mengenai pilot kedua yakni jika operasi penyelamatan memang berhasil, mengapa kemungkinan kematiannya dibahas pada saat yang bersamaan? 

Tasnim News mengulas  AS sejak dulu memang hebat dalam membuat drama 'heroik' seperti film-film Hollywood meski kebohongan-kebohongan itu telah terbukti belakangan ini.

"Bahkan jika kita mengambil narasi Amerika sebagai dasar, perlu dicatat bahwa sebuah helikopter operasi khusus mengalami kerusakan teknis di wilayah Iran."

Bahkan media itu menulis ada kemungkinan orang lain akan diperkenalkan dalam beberapa jam mendatang seolah-olah sebagai pilot yang berhasil diselamatkan.


Drama Penyelamatan Diulas Media AS

Media CNN mengulas upaya dramatis penyelamatan pilot jet F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh oleh Iran.

Media mengatakan sang pilot selamat setelah bersembunyi sendirian di celah gunung di belakang garis musuh.

"Pilot Amerika yang terluka itu tahu persis apa yang harus dilakukan, bertahan hidup dan menghindar," demikian CNN dikutip pada Senin (4/4/2026).

Selama lebih dari sehari, sang pilot dinilai berhasil menghindari penangkapan oleh pasukan Iran.

Sang pilot mendaki medan yang terjal hingga ke punggung bukit setinggi 7.000 kaki di atas permukaan laut, hanya berbekal pistol, alat komunikasi, dan alat pelacak.

Sebuah tim komando Amerika, lanjut CNN, didampingi oleh pesawat-pesawat AS yang menjatuhkan bom untuk membersihkan area tersebut, bergegas menuju pegunungan tinggi untuk menemukan perwira itu, dan membawa dia serta diri mereka sendiri ke tempat aman.

Dua pejabat AS kemudian menjelaskan detail operasi berisiko tersebut kepada CNN.

“KAMI BERHASIL MENANGKAPNYA!” tulis Presiden Donald Trump di media sosial setelah menghabiskan hari Sabtu memantau operasi tersebut dari Gedung Putih. “

"Selama beberapa jam terakhir, Militer Amerika Serikat berhasil melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS.”

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.