- Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, seluruh kawasan Timur Tengah akan terbakar jika Trump masih saja mengikuti ambisi Israel.
Peringatan itu disampaikan Qalibaf dalam unggahan berbahasa Inggris di akun X miliknya.
Ia menambahkan, satu-satunya solusi untuk mengakhiri konflik berbahaya ini adalah dengan menghormati hak-hak rakyat Iran.
"Langkah-langkah gegabah Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang mengerikan bagi setiap keluarga, dan seluruh wilayah kita akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu," tulisnya, dikutip dari Al Arabiya, Senin (6/4/2026).
Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik hingga jembatan di Iran jika Selat Hormuz tidak kunjung dibuka.
Ia memberikan tenggat waktu paling akhir pada Selasa (7/4/2026) besok.
Trump secara terang-terangan menyampaikan itu dalam wawancara bersama The Wall Street Journal, Minggu (5/4/2026).
Sementara itu, Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa status Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke semula.
Pasalnya, Iran sedang menyiapkan skema baru untuk memperkuat keamanan di perairan tersebut.
Selat Hormuz akan tetap dikecualikan bagi kapal-kapal AS, Israel, dan sekutunya.
Sementara negara-negara yang dianggap bersahabat diizinkan melewati perairan tersebut.
Sejauh ini, kapal dari Rusia, China, India, Irak, Pakistan, Malaysia, Thailand, dan Filipina mendapat izin melintas.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman