TRIBUNJATENG.COM - Warga Dusun V, Kampung Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, bernama Zaimah (65) viral di media sosial.
Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunioa di saluran irigasi pada Rabu (1/4/2026).
Irigasi tersebut merupakan tempat yang sering digunakannya untuk mandi dan buang air.
Dan ada cerita lain di balik penemuan mayat Mbah Zaimah. Warga menemukan buntelan kain yang berisi uang jutaan rupiah.
Temuan tersebut mengejutkan mengingat Mbah Zaimah selama ini dikenal sebagai lansia tunakarya.
Baca juga: Kontras dengan Sepak Terjangnya, 3 Maling Motor Ini Menangis saat Ditangkap Warga
Baca juga: Letkol Gadungan di Brebes Ditangkap, Janjikan Masuk Kopassus dengan Membayar Rp 66 Juta
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 08.30 WIB. Anak almarhumah, Suparmi, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari tetangganya sesaat setelah ia selesai mencuci pakaian.
"Ada tetangga panggil-panggil, katanya ibu saya sudah tenggelam di irigasi. Saya langsung lari ke sana bersama warga dan Pak Bayan," ujar Suparmi saat ditemui di rumah duka, Sabtu (4/4/2026).
Saat ditemukan, posisi tubuh Mbah Zaimah berada dalam keadaan tengkurap di aliran sungai.
Diketahui, lokasi tersebut memang kerap digunakan almarhumah untuk aktivitas mandi dan buang air sehari-hari.
Karena bidan desa sedang tidak berada di tempat, warga segera mengevakuasi jasad korban ke rumah duka.
Kejutan muncul ketika pihak keluarga bersama warga sedang mengurus jenazah.
Di balik baju dan kain jarik yang dikenakan almarhumah, ditemukan buntelan uang yang diikat rapi menggunakan karet.
Karena jasad ditemukan di dalam air, kondisi uang tersebut dalam keadaan basah kuyup.
Warga setempat kemudian berinisiatif membantu menjemur uang-uang tersebut di halaman rumah agar tidak mengalami kerusakan fisik.
Suparmi mengungkapkan, total uang yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 3 juta.
Pecahan uang yang ditemukan sangat beragam, mulai dari uang kertas Rp 1.000 hingga Rp 100.000, hingga uang koin pecahan Rp 100 dan Rp 500.
"Kami keluarga benar-benar tidak tahu kalau ibu punya uang sebanyak itu. Setahu saya paling cuma uang receh dua ribuan," ungkap Suparmi.
Pihak keluarga menduga uang tersebut merupakan pemberian dari warga atau pengunjung pasar.
Semasa hidupnya, Zaimah memang sering menghabiskan waktu duduk di depan warung atau area pasar setelah beraktivitas di sungai.
"Mungkin dikasih orang-orang di pasar. Kadang dikasih makan, kalau tidak ya dikasih uang lima ribu atau berapa, kami tidak pernah tanya," tambahnya.
Keluarga berencana menggunakan uang yang ditinggalkan almarhumah untuk meringankan biaya pemakaman serta memenuhi keperluan belanja selama masa duka berlangsung.
Cerita ini beredar dan viral di media sosial sejak 1 April 2026.
Dalam sebuah video, terlihat Mbah Zaimah berpenampilan sederhana dengan kebaya desa sebagai atasan yang dipadu kain jarik.
Mbah Zaimah disebut sering terlihat berjalan tanpa alas kaki menyusuri wilayah perbatasan Kecamatan Trimurjo hingga Kota Metro.
Pada narasi video juga disebutkan, sebuah buntelan kain tak pernah lepas dari usungannya.
Namun, siapa sangka, buntelan kain yang telah lusuh itu ternyata menjadi tempat penyimpanan ratusan lembar uang yang bernilai jutaan.
(Tribun Lampung)