Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Senin Dalam Oktaf Paskah – 6 April 2026
Bacaan I: Kis. 2:14.22-32
Injil: Mat. 28: 8-15
Tema: “Pergi ke Galilea”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Oktaf Paskah mengajak kita menyadari bahwa kabar kebangkitan tidak berhenti pada peristiwa “hari itu”, tetapi terus menuntun langkah hidup kita.
Injil hari ini menampilkan murid-murid yang datang dari pengalaman takut, lalu akhirnya menerima kabar: kebangkitan itu nyata.
Dan tema “Pergi ke Galilea” mengarahkan kita pada satu hal: iman tidak hanya tinggal dalam emosi, tetapi bergerak—menuju tempat yang Tuhan tentukan, menuju kehidupan harian yang baru.
Saudara-saudari terkasih.
Perikop bacaan ini (Kis 2:14,22-32) berkisah tentang Petrus berkhotbah bahwa Yesus yang mereka salibkan justru dibangkitkan Allah. Ia menunjukkan bahwa kebangkitan bukan rumor, melainkan janji Allah yang digenapi.
Paskah menjadi dasar pengharapan dan seruan untuk percaya. Dalam Injil (Mat 28:8-15), berkisah tentang para perempuan yang pergi membawa kabar tentang kebangkitan. Namun kemudian muncul fitnah: kabar itu dibantah lewat cara-cara yang menekan kebenaran.
Ini menegaskan bahwa iman yang benar sering berhadapan dengan penyangkalan dan kebingungan, tetapi kebenaran kebangkitan tetap berjalan.
Maka refleksi kita adalah “Pergi” berarti iman yang aktif”: permenungan kita ‘Apa yang membuat kita cenderung menunda kesaksian—takut ditolak, merasa belum siap, atau terlalu sibuk dengan rutinitas?
Hari ini Tuhan memanggil untuk bergerak. “Galilea”: Galilea bukan sekadar lokasi geografis, tetapi simbol hidup sehari-hari. Permenungan kita adalah di “Galilea” kita—keluarga, kerja, sekolah, lingkungan—bagaimana kebangkitan bisa terlihat lewat sikap, kata-kata, dan pilihan kita?
“Kabar Paskah menghadapi penyangkalan”: permenungan kita ‘saat iman kita diganggu oleh opini, tekanan, atau gosip, apakah kita memilih diam karena nyaman, atau tetap setia karena percaya pada Kristus?
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, paskah mengajak kita keluar dari ketakutan dan kembali mengikuti Tuhan.
Kedua, “Pergi ke Galilea” berarti kembali pada hidup nyata, tetapi dengan hati yang sudah diperbarui oleh kebangkitan.
Ketiga, mari kita mohon rahmat agar kita berani bersaksi dan tetap setia, meski kebenaran tidak selalu mudah dipahami. Tuhan Yesus yang bangkit, tuntunlah kami untuk pergi dan hidup dalam iman. Tuhan memberkati kita semua. (*)