Permintaan Terakhir Live Streamer Sebelum Ditemukan Tewas di Kamar Kos
taryono April 06, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Purwakarta - Permintaan terakhir pria berinisial OSR (28) kepada keluarganya sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kos menjadi sorotan. 

Korban diketahui sempat meminjam uang dengan alasan kartu ATM miliknya hilang dan terblokir.

Komunikasi tersebut terjadi pada 11 Maret 2026 dan menjadi percakapan terakhir dengan pihak keluarga. 

Setelah itu, OSR tak lagi memberi kabar, bahkan tidak menghubungi keluarga saat momen Lebaran.

Warga di sekitar Jalan Raya Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria berinisial OSR (28) di dalam kamar kos, Minggu (5/4/2026) malam.

Penemuan jasad korban sontak menarik perhatian warga sekitar.

Pantauan Tribunjabar.id di lokasi, puluhan warga tampak memadati area kos-kosan untuk menyaksikan proses evakuasi.

Aparat kepolisian dari Unit Inafis Polres Purwakarta segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Di kamar korban juga sudah diberi garis polisi.

Setelah proses identifikasi awal, jenazah OSR kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui terakhir berkomunikasi pada 11 Maret 2026.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sinta, kakak ipar korban.

Ia menyebut komunikasi terakhir hanya terkait permintaan pinjaman uang karena korban mengaku ATM miliknya hilang dan terblokir.

"Terakhir komunikasi tanggal 11 Maret, cuma pinjam uang. Setelah itu sudah tidak ada kabar lagi, bahkan saat Lebaran juga tidak ada komunikasi," ujar Sinta kepada Tribunjabar.id di lokasi, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, korban tidak pernah mengeluhkan sakit serius. Namun, sempat mengaku mengalami gangguan pada penglihatannya sebelum pindah ke luar daerah.

Sinta juga mengungkap keseharian korban yang bekerja di bidang live streaming. Dalam aktivitasnya, korban dikenal menggunakan nama “Alea” dan kerap tampil sebagai perempuan saat siaran.

"Dia kerja live streaming, tapi kami kurang tahu detailnya. Namanya Alea, jadi perempuan kalau lagi siaran," katanya.

Dari pekerjaan tersebut, Sinta mengatakan, korban disebut mampu meraup penghasilan sekitar Rp 4 juta per bulan. Bahkan, sempat berencana merenovasi kamar dari hasil pekerjaannya itu.

Selain itu, keluarga juga menyebut korban dikenal cukup peduli dan kerap berbagi kepada orang sekitar, termasuk anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk menggali keterangan dari saksi-saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.

sumber: tribun jabar

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.