Jalur Sungai Penuh–Tapan Tertutup Longsor, Polisi Imbau Tunda Perjalanan
Heri Prihartono April 06, 2026 01:03 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Peristiwa tanah longsor disertai pohon tumbang terjadi di ruas jalan Sungai Penuh–Tapan KM 35 kawasan Puncak, menyebabkan akses transportasi terganggu.

Hingga kini, jalur tersebut belum sepenuhnya normal, terutama bagi kendaraan angkutan berat.

Pihak Polres Kerinci mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut. Proses pembersihan material longsor masih berlangsung, sehingga arus lalu lintas diberlakukan terbatas.

Kasi Humas Polres Kerinci, D.S. Sitinjak, mengatakan bahwa saat ini hanya kendaraan roda dua dan mobil minibus yang dapat melintas secara terbatas. 

Sementara itu, kendaraan truk masih belum bisa melalui jalur tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati. Untuk sementara, kendaraan besar seperti truk belum dapat melintas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menunda perjalanan jika tidak mendesak, mengingat potensi longsor susulan masih tinggi akibat curah hujan yang intens. 

Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan prima, mengurangi kecepatan di titik rawan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Berdasarkan laporan yang diterima sekitar pukul 18.00 WIB, material longsor menutupi badan jalan. Personel kepolisian dari Polsek Sungai Penuh langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Hasil pemantauan di lapangan menemukan empat titik longsor. Dua titik hanya menutup sebagian badan jalan dan masih dapat dilalui kendaraan kecil, sedangkan dua titik lainnya disertai pohon tumbang yang menghambat akses.

Penanganan dipimpin Kapolsek Sungai Penuh, Eko Munkoid, bersama personel gabungan. Pembersihan material melibatkan operator alat berat dari Balai Jalan PUPR Provinsi Jambi yang mulai bekerja sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun, proses evakuasi sempat terkendala setelah alat berat mengalami kerusakan pada bagian selang sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya, pembersihan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Saat ini, tercatat sekitar tujuh unit truk masih tertahan di lokasi dan menunggu akses jalan kembali normal. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Polisi telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk mempercepat penanganan dengan mendatangkan alat berat tambahan guna membuka akses jalan sepenuhnya.(Tribunjambi.com/Herupitra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.