TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Belanja kementerian/lembaga di Kalimantan Tengah pada awal 2026 tumbuh tajam, dengan lonjakan terbesar ditopang sektor pertahanan dan pembangunan infrastruktur jalan.
Hingga 28 Februari 2026, realisasi belanja kementerian/lembaga tercatat mencapai Rp725,52 miliar atau 10,31 persen dari total pagu Rp7.034,51 miliar.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Tengah, Herry Hernawan mengatakan, angka tersebut tumbuh 56,90 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Belanja kementerian/lembaga tumbuh sebesar 56,90 persen secara tahunan, didorong oleh tingginya realisasi belanja pegawai, belanja modal, dan belanja barang,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Secara keseluruhan, belanja APBN di Kalimantan Tengah hingga akhir Februari telah mencapai Rp3.579,28 miliar atau 15,88 persen dari pagu, naik Rp30,12 miliar atau 0,85 persen secara tahunan.
Menurut Herry, pertumbuhan paling menonjol datang dari belanja pegawai di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Baca juga: TPP ASN jadi Sorotan, Ini Kaji Strategi DPRD Kotim Antisipasi Dampak Pemotongan Belanja Pegawai
Baca juga: Penerimaan PBB Jadi Indikator Pendapatan APBN Kalteng Tertinggi per 31 Agustus 2024 Capai Rp 6.351 M
Kenaikan ini terjadi karena adanya tambahan pegawai pada satuan kerja di lingkup kementerian tersebut.
“Tingginya realisasi belanja pegawai didorong oleh satuan kerja di lingkup Kementerian Pertahanan karena terdapat penambahan pegawai,” katanya.
Selain sektor pertahanan, dorongan besar juga datang dari belanja modal Kementerian Pekerjaan Umum.
Kementerian PU menjadi instansi dengan pagu terbesar, yakni Rp1.927,70 miliar.
Dari jumlah itu, realisasi hingga Februari mencapai Rp151,93 miliar atau 7,77 persen, yang digunakan untuk pembangunan serta preservasi jalan nasional.
“Belanja modal didorong oleh Kementerian PU untuk pembangunan dan preservasi jalan nasional,” jelasnya.
Pada komponen belanja barang, Kementerian Pertahanan kembali mencatat realisasi tertinggi.
Persentasenya mencapai 19,63 persen atau setara Rp103,62 miliar.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk program dukungan manajemen, seiring perubahan struktur organisasi dari Korem menjadi Kodam.
“Belanja barang didukung oleh Kementerian Pertahanan yang mencatat realisasi tertinggi 19,63 persen,” pungkasnya.