Data BPS: Barang Angkutan dan Bongkar di Maluku Meningkat Februari 2026
Mesya Marasabessy April 06, 2026 01:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Persentase perkembangan transportasi udara di Provinsi Maluku mengalami penurunan pada periode Februari jika dibandingkan dengan Januari 2026. 

Mulai dari kunjungan kapal, penumpang angkutan.

Sementara jumlah barang yang diangkut dan bongkar mengalami peningkatan.

Dituturkan secara total, kunjungan kapal pada Februari 2026 tercatat sebesar 830 unit atau mengalami penurunan sekitar 16,58 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Penurunan jumlah kunjungan kapal terjadi pada sebagian pelabuhan pengumpul diantaranya Pelabuhan Bula sebesar 32,05 persen, Pelabuhan Amahai sebesar 6,50 persen, Pelabuhan Tulehu sebesar 1,92 persen dan Pelabuhan Namlea sebesar 1,56 persen.

Jumlah kunjungan kapal melalui pelabuhan utama di Provinsi Maluku Februari 2026 sebanyak 246 unit atau turun 36,43 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Selanjutnya, jumlah kunjungan kapal pada 7 pelabuhan pengumpul Februari 2026 sebanyak 584 unit. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 3,95 persen dibanding bulan sebelumnya. 

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan kapal mengalami peningkatan sekitar 6,14 persen dari total kunjungan kapal yakni sebesar 782 unit pada Februari 2025. Peningkatan jumlah kunjungan kapal terjadi pada sebagian besar pelabuhan pengumpul dengan peningkatan terbesar terjadi pada Pelabuhan Dobo sebesar 70,37 persen. Sedangkan, penurunan jumlah kunjungan kapal terjadi pada Pelabuhan Tulehu sebesar 13,07 persen dari total kunjungan kapal sebesar 176 pada Februari 2025,” tutur Kepala BPS Maluku. 

Baca juga: ‎Update Dugaan Korupsi Bansos 9,7 M, Pekan ini Kejari Malteng Masih Periksa Kelompok Penerima 

Selain itu, jumlah penumpang angkutan laut mengalami penurunan 33,05 persen dengan total penumpang pada Januari 2026 sebanyak 108.551 orang menjadi 72.671 orang pada Februari 2026. 

Adapun penurunan jumlah penumpang berangkat terjadi pada seluruh pelabuhan pengumpul dengan penurunan tertinggi terjadi pada Pelabuhan Amahai sebesar 51,51 persen.

Jika dilihat, jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Februari 2026 melalui pelabuhan utama yaitu Yos Sudarso sebanyak 37.378 orang atau mengalami penurunan sekitar 33,24 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Selanjutnya, jumlah penumpang pada 7 pelabuhan pengumpul sebanyak 35.293 orang.  Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 32,86 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Terkait dengan jumlah penumpang angkutan laut, secara total alami penurunan 33,05 persen dengan total penumpang pada Januari 2026 sebanyak 108.551 orang menjadi 72.671 orang pada Februari 2026. 

Adapun penurunan jumlah penumpang berangkat terjadi pada seluruh pelabuhan pengumpul dengan penurunan tertinggi terjadi pada Pelabuhan Amahai sebesar 51,51 persen

Selanjutnya, jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Februari 2026 melalui pelabuhan
utama yaitu Yos Sudarso sebanyak 37.378 orang atau mengalami penurunan sekitar 33,24 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Selanjutnya, jumlah penumpang pada 7 pelabuhan pengumpul sebanyak 35.293 orang.  Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 32,86 persen dibanding bulan sebelumnya. 

“Jika dibanding Februari 2025, keberangkatan jumlah penumpang di Provinsi Maluku mengalami peningkatan sekitar 6,73 persen dari total penumpang 68.091 orang pada Februari 2025. Peningkatan jumlah penumpang berangkat terjadi di pelabuhan utama Yos Sudarso sebesar 37,15 persen dan beberapa pelabuhan pengumpul kecuali Pelabuhan Amahai, Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Tual. Adapun, peningkatan jumlah penumpang berangkat terbesar terjadi di Pelabuhan Bula sebesar 52,32 persen dari total penumpang 409 orang pada Februari 2025,” sambungannya. 

Untuk jumlah barang yang diangkut pada pelabuhan utama maupun pelabuhan pengumpul mengalami penurunan sekitar 0,61 persen dari 92,54 ribu ton pada Januari 2026 menjadi 91,98 ribu ton pada Februari 2026. 

Penurunan jumlah barang angkut terjadi pada sebagian pelabuhan pengumpul yaitu Pelabuhan Dobo sebesar 84,86 persen, Pelabuhan Bula sebesar 84,59 persen dan Pelabuhan Amahai sebesar 25,42 persen. 

Adapun peningkatan muat barang terbesar terjadi pada Pelabuhan Saumlaki dengan kenaikan sebesar 271,30 persen atau 4,41 ribu ton pada Februari 2026.

Jumlah barang yang diangkut melalui pelabuhan utama pada Februari 2026 sebanyak 29,34 ribu ton atau naik sekitar 25,96 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Selanjutnya jumlah barang yang diangkut melalui 7 pelabuhan pengumpul pada Februari 2026 sebanyak 62,64 ribu ton. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 9,55 persen dibanding bulan sebelumnya.

Terakhir jumlah barang yang dibongkar secara total pada Februari 2026 mengalami peningkatan sekitar 18,26 persen dari 167,47 ribu ton menjadi 198,05 ribu ton. 

Peningkatan jumlah barang yang dibongkar terjadi pada sebagian pelabuhan pengumpul yang diamati kecuali Pelabuhan Bula yang mengalami penurunan sebesar 55,71 persen dan Pelabuhan Dobo yang mengalami penurunan sebesar 40,38 persen. 

Sementara itu, pelabuhan yang mengalami peningkatan jumlah barang bongkar terbesar terjadi di Pelabuhan Saumlaki sekitar 59,27 persen atau sebanyak 7,75 ribu ton pada Februari 2026.

Jumlah barang angkutan laut yang dibongkar melalui pelabuhan utama pada Februari 2026 mencapai 72,09 ribu ton atau mengalami peningkatan sekitar 3,09 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 69,92 ribu ton. 

Sementara itu, jumlah barang yang dibongkar melalui 7 pelabuhan pengumpul pada Februari 2026 sebesar 125,96 ribu ton. Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 29,13 persen dibanding bulan Januari 2026.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.