Rismon Sianipar Luruskan Kabar Roy Suryo Dibayar Rp 5 M oleh Jusuf Kalla Soal Kasus Ijazah Jokowi
jonisetiawan April 06, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah derasnya arus informasi digital, sebuah video yang beredar luas di media sosial memantik polemik baru.

Narasi yang menyertainya menyeret sejumlah nama besar ke dalam pusaran isu sensitif, memunculkan spekulasi, tuduhan, hingga klarifikasi yang saling bersahutan.

Namun di balik itu semua, muncul bantahan tegas yang berusaha meluruskan kabar yang dinilai menyesatkan.

Baca juga: Rismon Sianipar Dilaporkan Jusuf Kalla, Dokter Tifa Sindir Pedas: Mau Restorative Justice Lagi?

Kuasa Hukum Tegaskan: Tidak Pernah Ada Tuduhan

Kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, membantah kliennya menuding Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, membiayai Roy Suryo untuk memperkarakan kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Tidak pernah,” ujar Jahmada Girsang saat dihubungi, Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak berasal dari pernyataan kliennya. Dalam klarifikasinya, Jahmada juga menggarisbawahi bahwa video yang beredar luas tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi.

“Itu olahan AI semua ya. Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,” jelas dia.

RISMON SIANIPAR - Ahli digital forensik Rismon Sianipar. Presiden RI ke-7 Joko Widodo saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Solo, Jumat (27/12/2024).
RISMON SIANIPAR - Pihak Rismon Sianipar menegaskan kliennya tidak pernah menuding JK membiayai Roy Suryo dalam kasus ijazah Joko Widodo. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA// TribunSolo.com/Andreas Chris)

Video Viral Picu Narasi Sensitif

Isu ini mencuat setelah beredarnya sebuah video di media sosial yang menarasikan tuduhan peneliti forensik digital, Rismon Sianipar.

Dalam narasi video tersebut, Rismon disebut menuding Jusuf Kalla memberikan dana sebesar Rp 5 miliar kepada Roy Suryo untuk memperkarakan ijazah Jokowi.

Dalam video itu, wajah Rismon hanya muncul sekilas di awal, sebelum kemudian ditampilkan potongan gambar Jusuf Kalla dengan suara yang mengatasnamakan dirinya.

"Saya Rismon Hasiholan Sianipar, dengan ini menyatakan ada pejabat elite di balik tuduhan kasus ijazah Pak Jokowi di mana Jusuf Kalla ikut mendanai Roy Suryo dan Tifa kurang lebih Rp 5 miliar.

Dan saya ikut menyaksikan pertemuan tersebut," bunyi video tersebut.

Namun hingga kini, keaslian video tersebut belum dapat dipastikan.

Baca juga: Jusuf Kalla Polisikan Rismon Sianipar Usai Disebut Danai Roy Suryo Cs Terkait Isu Ijazah Jokowi

Jusuf Kalla Bantah Keras Keterlibatan

Menanggapi isu tersebut, Jusuf Kalla memberikan bantahan tegas.

Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam tuduhan yang diarahkan kepadanya, termasuk soal pendanaan maupun keterkaitan dengan pihak-pihak yang disebut.

"Saya tidak pernah terlibat dalam hal tersebut dan tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun Roy Suryo dan Rismon itu.

Apalagi (tidak) pernah ketemu. Kalau memang pernah ketemu di mana, kapan?" kata Jusuf Kalla di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).

Ia juga menegaskan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Rismon, meskipun mengakui mengenal Roy Suryo sebagai mantan pejabat publik.

Langkah Hukum dan Penegasan Sikap

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendanai atau memperalat siapa pun untuk menyebarkan kebencian maupun menggiring opini publik.

Ia menilai tuduhan yang beredar sebagai sesuatu yang tidak benar dan telah memasuki ranah hukum.

“Saya tidak pernah bermain di belakang, apalagi menyuruh orang menjelek-jelekkan pihak lain. Ini semua bohong.

Karena sudah masuk ranah hukum, saya terpaksa menggunakan pengacara. Saya juga tidak pernah memperalat orang untuk membicarakan kasus orang lain. Itu sebabnya saya memutuskan melaporkan hal ini,” tegasnya.

Di tengah kemajuan teknologi yang memungkinkan manipulasi visual dan audio semakin canggih, kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi.

Ketika fakta dan rekayasa dapat terlihat begitu mirip, klarifikasi dan verifikasi menjadi kunci untuk menjaga kebenaran tetap berdiri di atas pijakan yang kokoh.

***

(TribunTrends/kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.