Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu meminta masyarakat di Kabupaten Lebong dan Seluma untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan setelah banjir bandang dan longsor menerjang puluhan rumah di wilayah tersebut, Senin (6/4/2026).
Peringatan ini dikeluarkan menyusul tingginya intensitas hujan yang memicu meluapnya sejumlah aliran sungai hingga merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.
“Curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan banjir dan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” ungkap Kristian saat dihubungi TribunBengkulu.com, di Bengkulu, Senin (6/4/2026).
Koordinasi Penanganan Darurat
Ia menambahkan bahwa pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan penanganan berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Tim gabungan terus disiagakan di lapangan untuk melakukan evakuasi, pemantauan, serta distribusi bantuan kepada warga terdampak, kita juga melakukan koordinasi dengan BPBD di Kabupaten, sementara data yang baru masuk ke kami dari Kabupaten Seluma dan Lebong,” tambah Kristian.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan guna meminimalkan dampak bencana.
Baca juga: Breaking News: Banjir Bandang dan Longsor Terjang 3 Kecamatan di Lebong Bengkulu, Warga Dievakuasi
Kondisi Banjir di Seluma
Seperti diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Bengkulu sejak Minggu (5/4/2026) menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Lebong.
Di Kabupaten Seluma, banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara.
Peristiwa ini dipicu oleh meningkatnya debit air sungai akibat curah hujan tinggi hingga meluap ke permukiman warga.
Akibatnya, puluhan rumah warga terdampak banjir.
Di Dusun I, tercatat sebanyak 30 rumah terendam, dengan delapan rumah di antaranya terdampak cukup parah dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
Sementara itu, di Dusun II terdapat empat rumah warga yang juga terendam.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun aktivitas masyarakat sempat terganggu.
Warga yang berada di lokasi rawan telah dievakuasi oleh pemerintah desa setempat.
Situasi Banjir dan Longsor Lebong
Sementara itu, di Kabupaten Lebong, bencana banjir dan tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan melanda sejumlah wilayah di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Lebong Tengah, Lebong Utara, Amen, Uram Jaya, Lebong Selatan, dan Pinang Belapis.
Banjir terjadi akibat meluapnya sejumlah daerah aliran sungai (DAS), seperti Air Ngeai, Air Kotok, dan Air Uram, yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
Selain merendam permukiman warga, genangan air juga mengganggu akses jalan umum.
Di beberapa titik, tanah longsor turut terjadi, seperti di Desa Lebong Tambang, Desa Lemeu, dan Desa Air Kopras, yang semakin memperparah kondisi di lapangan.
Proses Evakuasi dan Logistik
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Sejumlah warga yang terjebak banjir dilaporkan masih membutuhkan bantuan evakuasi.
Hingga saat ini, banjir masih merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.
Tim juga terus melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak serta menyalurkan bantuan logistik.