MENKEU Purbaya Yakinkan Masyakarat Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun 2026
Ilham Fazrir Harahap April 06, 2026 02:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan masyarakat untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite dan Solar hingga akhir tahun 2026.

Pernyataan optimistis itu disampaikan oleh Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Purbaya menegaskan kepastian itu lantaran berdasarkan perhitungan yang rinci dari pemerintah.

Mulanya, Purbaya menjelaskan soal kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) RI di tahun ini di tengah gejolak geopolitik dunia yang berpengaruh pada harga minyak mentah dunia.

"Di kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dolar (per barel) rata-rata sepanjang tahun 2026 dan dengan exercise tertentu anggaran bisa kita tekan masih di 2,92 persen dari PDB. Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata 100, (kondisi APBN) aman," kata Purbaya dalam ruang rapat Komisi XI DPR RI.

Kata Purbaya, kondisi keamanan terhadap anggaran itu didasarkan karena pemerintah masih memiliki banyak bantalan terhadap anggaran, termasuk salah satunya Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Dimana kata Purbaya, SAL yang dimiliki RI mencapai Rp 420 triliun. Purbaya lantas menepis adanya pernyataan-pernyataan atau kritik yang menyebut kalau RI tidak punya uang.

Baca juga: KUASA Hukum Beberkan Jusuf Kalla Ngebet Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim

"Terus kalau ada orang yang bilang Purbaya tidak punya uang, Menteri Keuangan tidak punya uang, kita dari desain anggaran saja masih di bawah tiga persen. Selain itu saya masih punya SAL (Saldo Anggaran Lebih), sekarang meningkat rupanya Pak Dolfi. Saya juga tidak mengerti harusnya dihabiskan tidak bisa habis rupanya, ke 420 triliun rupiah. Itu merupakan cushion apa, bantalan," kata Purbaya. 

Dengan adanya bantalan tersebut, maka Purbaya menegaskan, kalaupun ada kenaikan harga minyak mentah dunia yang lebih tinggi dari 100 dolar AS per barel pemerintah masih bisa mengendalikan.

Dia juga memastikan akan turut melibatkan Komisi XI DPR RI untuk mengelola seluruh dana keuangan atau anggaran yang ada.

Baca juga: Kuasa Hukum Jusuf Kalla Tiba di Bareskrim, Resmi Laporkan Rismon Sianipar dan Akun YouTube

"Bantalan tersendiri kalau kita diperlukan kalau harga minyak naik tinggi sekali misalnya tidak terkendali. Jadi dari situ kita masih aman Bapak-bapak, Ibu-Ibu. Tentu saya akan ke Komisi XI untuk meminta izin bagaimana mengelola anggaran SAL itu untuk menjaga sustainabilitas, bukan APBN lagi pada waktu nanti, negara kita," sambung dia.

Menyiapkan hal tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun memastikan ke Purbaya soal kemampuan negara menjamin harga BBM tidak naik.

Misbakhun juga minta kepastian kepada pemerintah kalau kenaikan harga BBM subsidi itu tidak akan terjadi hingga akhir tahun ini.

"Jadi saya ingin memastikan lagi nih Pak. Ini apa yang bapak sampaikan terakhir ini sangat penting ini untuk diketahui masyarakat Pak. Bahwa exercise harga BBM di 80, 90 dan 100 pun negara sudah siap ya Pak?" tanya Misbakhun.

"Sudah siap. Yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi 100. Jadi kita sudah siap pola sampai sana," timpal Purbaya.

"Siap sampai akhir tahun?" tanya lagi Misbakhun.

"Sampai akhir tahun," jawab Purbaya.

Dengan hal tersebut, Misbhakun menegaskan kalau kabar yang disampaikan oleh Purbaya tersebut harus diketahui secara luas oleh masyarakat.

"Nah, ini yang harus masyarakat tahu Pak. Bahwa pemerintah siap untuk tidak menaikkan sampai di akhir tahun," sambung Misbakhun.

Meski demikian, Purbaya memastikan kalau pemerintah menjamin harga BBM tidak akan naik hanya untuk jenis BBM subsidi.

Sementara untuk non-subsidi, Purbaya tidak berbicara lebih jauh karena kata dia, hitungan terhadap harga BBM non-subsidi tidak pada anggaran APBN RI.

"Iya Pak. Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya Pak ya, kalau non-subsidi bukan hitungan kita ya, gak ada di anggaran juga," kata dia.

"Dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun sudah dihitung rata-rata ya, sudah dihitung. Artinya nanti ada yang di atas 100 dalam periode tertentu kita masih kuat dengan existing anggaran yang ada. Kalau kepepet masih ada lagi buffer yang saya bilang tadi Pak, bantalan yang saya bilang tadi," tandas Purbaya.

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.