Julius Raja Soroti Kegagalan PSMS Medan Promosi ke Super League, Tekankan Pentingnya Lobi-lobi
Randy P.F Hutagaol April 06, 2026 04:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kegagalan PSMS Medan dalam bersaing memperebutkan tiket promosi ke Super League musim 2025/2026 menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari mantan Sekretaris PSMS Medan, Julius Raja, yang menyayangkan hasil yang kembali diraih tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di tubuh PSMS, Julius menilai musim ini memang tidak mudah. Ia menyoroti adanya masa transisi manajemen dari kepemimpinan Edy Rahmayadi ke manajemen baru di bawah Fendi Jonathan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi performa tim.

“Memang musim ini berat karena ada peralihan manajemen. Tapi sebenarnya dari sisi materi pemain sudah bagus, pendanaan juga sudah jauh lebih baik,” ujar pria yang akrab disapa King tersebut kepada Tribun Medan.

Menurut King, kondisi finansial PSMS saat ini jauh lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut persoalan klasik seperti keterlambatan gaji sudah tidak lagi menjadi kendala, bahkan fasilitas dan bonus untuk pemain dinilai cukup memadai.

“Sekarang finansial sudah beres, bonus besar, fasilitas lengkap. Dulu setiap tanggal 31 sudah was-was soal gaji, sekarang tidak lagi. Tinggal bagaimana pemain bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah diberikan,” tegasnya.

Ia pun menyoroti performa pemain yang dinilai belum maksimal, terutama dalam beberapa pertandingan terakhir. Catatan dua kekalahan dan dua hasil imbang dalam empat laga terakhir disebut menjadi bukti bahwa tim membutuhkan evaluasi menyeluruh.

Selain itu, Julius mengungkapkan salah satu kelemahan utama PSMS musim ini terletak pada absennya sosok “jenderal” di lini tengah yang mampu mengatur ritme permainan.

“PSMS tidak punya gelandang yang benar-benar bisa mengatur tempo. Padahal itu kunci. Dulu kita punya pemain seperti Aidun, Legimin Rahardjo, Affan Lubis, Edwin Daud, sampai Bambang Usmanto. Sekarang peran itu belum terlihat,” jelasnya.

Ia juga menilai kehilangan poin di awal kompetisi menjadi kerugian besar yang berdampak hingga akhir musim. Menurutnya, inkonsistensi sejak awal membuat PSMS sulit mengejar ketertinggalan dari tim-tim papan atas.

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di PSMS dalam berbagai jabatan, Julius mengaku memahami betul kondisi internal tim. Ia bahkan melihat sejak awal bahwa persaingan menuju promosi memang akan mengerucut pada beberapa tim tertentu.

“Kalau melihat komposisi, memang sudah terlihat tim seperti Garudayaksa dan Adhyaksa yang akan promosi,” katanya.

Meski demikian, Julius tetap optimistis menatap musim depan. Ia menilai manajemen PSMS saat ini sudah berada di jalur yang tepat, terutama dari sisi finansial dan pengelolaan tim.

“Manajemen sekarang sudah sehat. Tinggal bagaimana mereka mempersiapkan tim lebih matang. Jangan lagi persiapan hanya satu bulan, ke depan harus minimal tiga bulan,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar manajemen mempertahankan pemain yang sudah menunjukkan performa baik, serta memulangkan beberapa pemain lama yang dinilai masih layak memperkuat tim.

“Beberapa pemain yang sekarang sudah bagus, itu dipertahankan. Lalu pemain lama yang berkualitas bisa dipanggil kembali, seperti Ikhsan Chan,” tambahnya.

Selain itu, King menekankan pentingnya peran manajemen dalam membangun komunikasi yang kuat serta menjalin hubungan strategis dengan berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola nasional. Menurutnya, upaya pendekatan dan lobi yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tim menjalani kompetisi, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.

“Manajemen juga harus pintar melakukan pendekatan ke PSSI dan operator liga. Itu penting untuk keberlangsungan tim ke depan,” ujarnya.

Di tengah kegagalan musim ini, Julius berharap PSMS Medan bisa bangkit dengan persiapan yang lebih matang, sehingga kembali menjadi kekuatan utama dan mampu mewujudkan target promosi di musim berikutnya.

Seperti diketahui, Peluang PSMS Medan untuk meraih tiket promosi ke Super League musim depan akhirnya benar-benar tertutup. Hasil imbang 2-2 saat menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/4/2026), menjadi titik akhir perjuangan Ayam Kinantan untuk bersaing di papan atas Grup A Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Tambahan satu poin dari laga tersebut membuat PSMS Medan kini mengoleksi 31 poin dan tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara. Raihan itu didapat dari delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan delapan kekalahan dari total 23 pertandingan yang telah dijalani.

Secara matematis, peluang PSMS memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk menembus zona promosi. Meski masih menyisakan tiga pertandingan, poin maksimal yang bisa diraih PSMS hanya mencapai 40 angka, jika mampu menyapu bersih seluruh laga tersisa.

Namun, jumlah tersebut tetap belum cukup untuk mengejar pemuncak klasemen Adhyaksa FC yang saat ini telah mengoleksi 44 poin. Bahkan, untuk sekadar menyamai perolehan poin pun sudah tidak mungkin tercapai.

Situasi serupa juga terjadi dalam perebutan posisi runner-up. Garudayaksa FC yang menempati peringkat kedua telah mengumpulkan 42 poin, angka yang juga sudah berada di luar jangkauan PSMS Medan.

Di sisi lain, persaingan papan tengah juga berlangsung ketat. Persiraja Banda Aceh dan Sumsel United FC sama-sama mengoleksi 37 poin di posisi ketiga dan keempat. Sementara itu, FC Bekasi City berada di peringkat kelima dengan 36 poin dan masih berpotensi menambah angka karena belum memainkan laga terbarunya melawan Persekat Tegal.

PSMS sendiri masih harus menjaga posisinya dari kejaran Persikad Depok yang kini mengoleksi 30 poin di peringkat ketujuh. Di bawahnya terdapat PSPS Pekanbaru dengan 28 poin, Persekat Tegal 22 poin, serta Sriwijaya FC yang masih terpuruk di dasar klasemen dengan dua poin.

Dengan selisih poin yang cukup jauh dari papan atas serta keterbatasan poin maksimal yang bisa diraih, PSMS Medan dipastikan tidak lagi memiliki peluang untuk finis di zona promosi. Tiga pertandingan tersisa kini menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk memperbaiki posisi akhir klasemen sekaligus menutup musim dengan hasil yang lebih positif.

(Cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.